Jalan rusak

MeutiaraNews.co – Viral di media sosial menunjukkan perjuangan guru yang akan mengajar di SD Negeri 08 Nenan Maek, Nagari Maek, Kabupaten Lima puluh Kota, Sumatera Barat.

‎‎Jalan berbatu dan rusak berat tak mengurangi dedikasinya pada pendidikan di Indonesia.‎‎

Perjuangan menempuh jalan untuk sampai ke sekolah itu diunggah oleh seorang guru bernama Silvatri Reza Vianda dalam unggahannya di akun TikTok @revo_matic.‎‎

Jalan Terjal Penuh Batu Besar‎‎ Dalam video yang diunggah oleh Silvatri, tampak ia temannya sesekali mendorong motor untuk bisa melewati tanjakan.‎‎

Selain itu juga tampak foto ketika dirinya berusaha bangun setelah terjatuh dari motornya.‎‎

Medan yang harus dilalui berupa jalan tanah dengan batu-batu besar, membuat permukaannya tidak rata dan harus ekstra hati-hati.

‎‎“Nenan ku, Nenan mu, dan Nenan kita,” tulisnya pada unggahan tersebut, dikutip pada Kamis, 9 April 2026.

‎‎Jalan Berubah jadi Sungai Deras saat Hujan‎‎Perjuangan untuk melintasi jalanan tersebut tak hanya bebatuan, tapi sungai yang tiba-tiba muncul dengan arusnya yang deras.‎‎

Saat hari biasa, sungai memiliki air yang mengalir cukup tenang dan debitnya yang kecil.‎‎Namun, hal itu tak berlaku jika cuaca sedang tak bersahabat.‎‎

“Derita Bu Guru kalau cuaca ekstrem,” tulisnya dalam unggahan video lain, menunjukkan arus sungai yang mengalir deras.‎‎

Video itu lantas memperlihatkan momen sejumlah pria yang membantu menyeberangkan motornya melintasi sungai dengan cara diangkat.

‎‎“Bagaimana pun juga, Bu Guru harus semangat meski terkadang motor harus diseberangkan,” lanjutnya.‎‎

“Ada senyum 114 siswa yang aku rindu setiap paginya,” sambungnya.‎‎

Berharap Ada Perbaikan Akses Jalan‎‎Menilik kolom komentar, sebuah akun TikTok Info 50 Kota menyebutkan akan ada pembangunan jembatan untuk mempermudah akses jalan.‎‎

“Insya Allah akhir tahun ini jembatan akan kita bangun ya Bu Guru, harap bersabar,” tulis akun tersebut.‎‎

“Mohon maaf atas ketidaknyamanan terhadap pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota Bu. Kita bikin jembatan seperti yang di Pukaan kemarin,” lanjutnya.‎‎

Harapan tersebut tentu disambut baik agar akses untuk mobilitas sehari-hari bisa lebih mudah.

‎‎“Semoga ya Min, demi kita bersama yang berjuang tiap hari, tiap minggu lewat medan ini,” tulis Silvatri.

‎‎Sementara itu, diketahui bahwa jarak yang harus ditempuh sehari-hari untuk sampai ke sekolah adalah sekitar 13 kilometer.‎‎

Adapun waktu yang dihabiskan untuk menempuh perjalanan tersebut sekitar 45 hingga 60 menit.‎***

#Menuju Perusahaan Pers yang Sehat dan Profesional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *