Meutiaranews.co – Ditengah wabah Covid-19 ini, pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau (Kepri) mengalami peningkatan di akhir tahun 2021. Salah satu pendongkrak kenaikan melalui sektor ekspor.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekspor di Kepri naik di pusaran 13,98 persen pada bulan November dibanding periode Oktober 2021, yakni dari 1,30 miliar dolar AS menjadi 1,49 miliar dolar AS.

“Kenaikan ekspor November 2021 disebabkan oleh naiknya ekspor sektor migas sebesar 28,63 persen atau 364 juta dolar AS dibanding Oktober 2021,” kata Kepala BPS Kepri, Darwis Sitorus di Tanjungpinang, Kepri, Selasa, 21 Desember 2021.

Kenaikan juga terjadi pada sektor nonmigas, yaitu meningkat sebesar 9,92 persen atau mencapai 1,12 miliar dolar AS dibanding Oktober 2021

“Bila dibandingkan dengan bulan November 2020, ekspor Kepri November 2021 naik sebesar 31,68 persen, yaitu dari 1,13 miliar dolar AS menjadi 1,49 miliar dolar AS,” ucapnya.

Darwis menyebut total ekspor kumulatif bulan Januari sampai dengan November 2021 adalah sebesar 14,37 miliar dolar AS, mengalami kenaikan 32,55 persen dibanding periode yang sama di tahun 2020 sebesar 10,84 miliar dolar AS.

Ekspor nonmigas HS 2 digit, kata Darwis, terbesar selama Januari sampai November 2021 merupakan golongan barang mesin/peralatan listrik (HS 85) yang mencapai 4,06 miliar dolar AS juta dengan peranan terhadap ekspor nonmigas sebesar 36,56 persen.

Priode Januari sampai dengan November 2021, Singapura menjadi negara tujuan ekspor terbesar hingga mencapai 6,076 miliar dolar AS dengan peranannya sekitar 42,28 persen.

“Selama periode itu, Singapura menjadi negara tujuan ekspor nonmigas terbesar hingga mencapai 3,50 miliar dolar AS dengan peranannya sekitar 31,55 persen. Juga menjadi negara tujuan ekspor migas terbesar yang mencapai 2,56 miliar dolar AS dengan peranannya sebesar 79,02 persen,” jelasnya.

Menurut Darwis, nilai ekspor Kepri Januari sampai dengan November 2021 terbesar adalah melalui Pelabuhan Batu Ampar yakni 5,88 miliar dolar AS, diikuti Pelabuhan Sekupang 2 miliar dolar AS, Pelabuhan Tanjung Balai Karimun 1,77 miliar dolar AS, Pelabuhan Kabil/Panau 1,52 miliar dolar AS dan Pelabuhan Tarempa 1,50 miliar dolar AS.

“Peranan kelima pelabuhan tersebut terhadap ekspor Januari sampai dengan November 2021 mencapai 88,28 persen,” tutur Darwis.

#Menuju Perusahaan Pers yang Sehat dan Profesional

By Dika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *