MeutiaraNews.co – Hotel di Batam mendadak dipenuhi pengunjung lokal akibat pemadaman listrik pada Senin (12/10/2026) kemarin. Ironisnya, hotel yang dianggap bisa memenuhi kebutuhan saat lotrik mati, malah menjadi tempat yang sesak.
Hal itu terjadi di Formosa Residence Nagoya, Batam. Listrik di hotel tersebut ikut padam. Akibatnya semua tamu hotel lari berhamburan melalui tangga darurat tanpa pemberitahuan dan pengaturan dari pohak Hotel. Cek cok pun tak terhindar antara manajemen dengan tamu hotel.
Seorang tamu bernama Ogut mengaku hampir terlibat baku hantam setelah genset hotel mendadak mati hingga membuat area gedung gelap gulita.
Ogut menuturkan, dirinya check-in sekitar pukul 15.00 WIB. Namun, sekitar pukul 19.00 WIB, genset tiba-tiba padam dan situasi di dalam gedung menjadi gelap gulita.
Kondisi semakin mengkhawatirkan karena Ogut membawa cucunya yang masih kecil. Ia mengaku terpaksa menggendong sang cucu menuruni tangga dari lantai 19 hingga ke bawah dalam kondisi gelap.
Menurut Ogut, tidak ada lampu darurat (emergency light) yang menyala maupun petunjuk jalur evakuasi yang terlihat saat kejadian.
Persoalan tersebut kemudian memanas setelah Ogut terlibat adu argumen dengan seseorang bernama Aseng, yang mengaku dari pihak menajemen.
“Kalau bicara baik-baik, tidak akan terjadi keributan. Tapi Aseng malah menantang, menunjuk-nunjuk, akhirnya saya terima tantangannya,” ujar Ogut,l saat dikonfimasi media ini, Rabu (14/10/2026).
Ogut mengaku kecewa lantaran tidak ada penanganan cepat dari manajemen kepada seliruh tamu saat itu. Padahal, menurutnya, sejumlah tamu lain juga terpaksa turun melalui tangga darurat.
Bahkan lanjut pria berkaca mata ini, pihak manajemen tidak ada menyampaikan permphinan maaf akibat mesin janset yang ikut serta mati.
“Semua tamu terpaksa tirun menggunakan tangga darurat. Situaainya cukup mencekam lantai tangga dan pagar daruat semuanya berdebu. Kami twrppaksa turun perlahan menggunakan center handphone dari lantai 19,” keluhnya.
Pihak hotel disebut sempat mengajak Ogut bertemu untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Namun, ia meminta agar masalah tersebut diselesaikan secara tuntas.
“Bukanya membantu pengunjung hotel keluar dari tangga darurat, manajemen melalui Aseng malah menunjuk-nunjuk kami sebagai tamu. Hal itu yang membuat emosi saya sedikit meledak,” tambahnya.
Insiden ini pun memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan fasilitas keselamatan hotel saat terjadi pemadaman listrik, terutama bagi tamu yang menginap di lantai atas.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen Formosa Residence Nagoya belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut.***

