MeutiaraNews.co – Pernah mengalami momen tidak nyaman ketika sedang menunaikan salat, tiba-tiba ponsel di saku berbunyi nyaring? Kondisi ini kerap membuat jamaah merasa serba salah: mempertahankan salat agar tidak bergerak, atau segera mematikan ponsel demi menjaga ketenangan bersama.

Salat merupakan ibadah utama yang menuntut kekhusyukan lahir dan batin. Rasulullah SAW menegaskan agar umat Islam menunaikan salat sesuai tuntunan beliau. Karena itu, segala hal yang berpotensi mengganggu konsentrasi, termasuk bunyi notifikasi ponsel, semestinya diantisipasi sejak awal dengan mematikan atau mengaktifkan mode senyap sebelum salat dimulai.

Meski demikian, apabila ponsel terlanjur berdering di tengah salat, para ulama menjelaskan bahwa mematikannya diperbolehkan. Tindakan tersebut justru dinilai sebagai upaya menjaga kekhusyukan diri sendiri dan jamaah lain. Mayoritas ulama menyatakan, salat tidak batal selama gerakan yang dilakukan tergolong sedikit dan tidak disertai niat bermain-main.

Pandangan ini sejalan dengan penjelasan para ulama klasik yang menyebutkan bahwa gerakan kecil dalam salat tidak membatalkan ibadah, selama tidak dilakukan secara berlebihan dan berturut-turut. Dalam mazhab Syafi’i, gerakan baru dianggap membatalkan salat jika dilakukan tiga kali berturut-turut tanpa jeda yang lama. Sementara satu rangkaian gerakan yang dilakukan secara langsung, seperti meraih saku lalu kembali ke posisi semula, dihitung sebagai satu gerakan.

Selain itu, gerakan ringan seperti menggerakkan jari untuk mematikan atau menyenyapkan ponsel termasuk dalam kategori gerakan kecil. Gerakan semacam ini tidak membatalkan salat, meski tetap dianjurkan untuk diminimalkan. Adapun gerakan refleks yang terjadi tanpa sengaja juga dimaafkan dan tidak memengaruhi keabsahan salat.

Dengan demikian, mematikan ponsel yang berbunyi saat salat hukumnya boleh, bahkan dianjurkan demi menjaga ketenangan dan kekhusyukan ibadah. Meski begitu, langkah terbaik tetap memastikan ponsel dalam kondisi senyap sebelum takbiratul ihram agar salat dapat dijalankan dengan lebih tenang dan sempurna. Wallahu a’lam. (es)

#Menuju Perusahaan Pers yang Sehat dan Profesional

By IR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *