Meutiaranews.co – Sholat Tarawih selalu dinanti umat Muslim saat bulan suci Ramadhan. Ada di antaranya yang melaksanakan sholat sunah ini sebanyak 23 rakaat, sehingga mengalami nyeri sendi.

Cara sholat umat muslim memainkan peran yang sangat penting dalam menjaga persendian dan otot. Namun, ada juga yang mengalami nyeri sendi dan punggung sementara setelah sholat Tarawih di bulan ramadhan.

Fisioterapis (spesialis kedokteran olahraga dan kondisi tulang belakang) Arif Khan mengatakan nyeri sendi dapat diatasi dengan mengkonsumsi cairan dalam jumlah yang cukup sebelum dan sesudah puasa idealnya air.

“Tips lain untuk menghindari nyeri sendi adalah dengan mengurangi konsumsi protein berlebih. Hindari makanan tinggi protein, termasuk daging dan tambahkan lebih banyak buah dan sayuran ke dalam tubuh Anda,” katanya dikutip dari Khaleejtimes pada Ahad (10/4/2022).

Kemudian, ia melanjutkan harus melakukan rutinitas kebugaran ringan. Olahraga dan jalan kaki ringan terutama setelah berbuka puasa atau latihan peregangan/penguatan dapat membantu meredakan nyeri otot. Ini juga membantu memperkuat tubuh dan menghilangkan stres.

“Ini bisa sangat bermanfaat bagi mereka yang menderita serangan rasa sakit yang tiba-tiba atau mereka yang mengalami berbagai tingkat rasa sakit sepanjang hari,” kata dia.

Sementara itu, Konsultan Bedah Ortopedi di Rumah Sakit Spesialis Kanada Dubai, Mohamed Abdurraouf Elghabrun mengatakan nyeri sendi biasa terjadi pada bulan Ramadhan dalam sholat Tarawih terutama pada kelompok usia lanjut karena ada peningkatan gerakan lutut selama sujud.

“Keluhan seperti itu juga bisa diminimalisir dengan mengkonsumsi suplemen untuk kesehatan sendi. Kasus-kasus seperti itu mungkin memerlukan beberapa obat anti-inflamasi dan jika kondisinya lebih dari ringan, shalat dapat dilakukan sambil duduk di kursi untuk mengurangi tekanan pada persendian,” kata dia.

Ia menambahkan pasien dapat berkonsultasi dengan spesialis untuk menilai kondisinya dan mereka mungkin perlu menjalani rontgen dan tes darah serta pengobatan yang tepat untuk kondisi tersebut.

“Pada kelompok usia yang lebih muda, nyeri sendi terutama di kaki dan jempol kaki mungkin disebabkan oleh asam urat setelah diet tinggi protein,” kata dia.

Bagi yang menderita osteoarthritis lutut, puasa tidak mempengaruhi kesehatan secara umum tetapi perlu terus melakukan latihan fisik untuk memperkuat tulang rawan artikular.

“Berjalan setengah jam sehari atau lebih bahkan dua jam setelah berbuka puasa,” kata dia.(es)

#Menuju Perusahaan Pers yang Sehat dan Profesional

By Dika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *