MeutiaraNews.co – Viral di media sosial seorang perempuan menangkap seorang pria yang diduga melakukan pelecehan seksual kepadanya di KRL.

‎Dalam unggahan di akun Instagram @agIta_nurul, peristiwa tersebut terjadi di KRL Jakarta Kota-Nambo dan terjadi di perjalanan menuju Stasiun Cibinong.

‎“Hari ini saya dilecehkan di kereta saat menuju arah pulang,” tulisnya dalam video yang ia kumpulkan dalam highlight Instagram Story, dikutip pada Jumat, 1 Mei 2026.

‎Video yang diunggahnya menampilkan saat dirinya memegangi pria mengenakan hoodie warna abu-abu agar keluar bersamanya di stasiun untuk dilaporkan kepada petugas.

‎“Liat ini, orang ini gesek-gesek ke gue. Ini bukan karena sempit, gue tahu karena gue bukan sekali naik kereta. Turun lu bareng gue, awas pergi,” ucapnya dalam video tersebut.

‎Menurut keterangan dalam video, aksi dugaan pelecehan tersebut diduga terjadi pada Senin, 27 April 2026 lalu.

‎Cari Bukti untuk Mengurus Pengaduan

‎Pengunggah video mengungkapkan dirinya membutuhkan bantuan tambahan saksi agar dugaan pelecehan tersebut bisa ditindaklanjuti.

‎“Saa benar-benar butuh saksi untuk bisa proses orang ini ke jalur hukum. Ini (terjadi) di kereta Nambo yang sampai di Cibinong jam 19.01 WIB,” ungkapnya.

‎Ia menyebut bahwa pihak KAI tidak bisa memprosesnya jika tidak ada saksi dalam peristiwa tersebut.

‎“Pihak KAI memberitahu bahwa tidak bisa lanjut proses hukum ke Polisi karena tidak saksi lain yang ikut bersama saya untuk memberikan keterangan,” jelasnya.

‎“Saya sudah minta cek CCTV kereta, tapi katanya tidak semua kereta punya CCTV,” lanjutnya.

‎Disuruh Diam oleh Penumpang Lain

‎Lebih lanjut, ia juga turut mengungkapkan rasa kecewa pada penumpang lain yang dianggap abai hingga menyuruhnya diam ketika konfrontasi langsung dengan terduga pelaku.

‎“Video ini aku share karena aku mau semua orang laki-laki atau perempuan jika berada di satu tempat yang sama saat terjadinya pelecehan, tolong dengan sangat untuk berdiri dan juga mendukung korban,” ujarnya.

‎“Silakan pakai headset dengan volume full agar tau bahwa saat itu aku disuruh diem oleh ibu-ibu dengan kata-kata, ‘Nggak usah berisik mba, nanti juga disuruh keluar,’” sambungnya.

‎Sebelumnya, ia juga telah mendapat kode yang menyuruhnya agar diam saat memegang terduga pelaku.

‎“Beberapa kali aku disuruh diam oleh penumpang laki-laki dan juga perempuan. Video pertama pada akhirnya itu ada yang ‘Sstt-ssttin’, lalu dilanjut video kedua aku disuruh diam,” paparnya.

‎“Jujur sedih sekali pada saat itu hanya sedikit orang yang mendukung aku sebagai korban, aku merasa susah ya jadi perempuan yang berusaha speak up pasti akan selalu ada celah bagi mereka yang nggak berpihak ke korban. Sempat aku benar benar marah dan bilang ‘Kalau kejadian ini terjadi sama anak perempuan kalian gimana apakah akan begini juga?’ dan respons orang sekitar hanya diam,” paparnya.

‎Selanjutnya, ia menceritakan setelah emosinya memuncak dan menangis, ada satu penumpang perempuan yang mengelus pundak dan penumpang laki-laki yang meyakinkan bahwa pelaku sudah diamankan serta akan diturunkan di Stasiun Cibinong.

‎Warganet Soroti Respons Penumpang Lain

‎Usai video tersebut viral, warganet lantas menyoroti dan merasa geram dengan respons yang diberikan oleh penumpang lain.

‎Beberapa komentar dari warganet seperti, “Giliran gini diem semua, parahnya ada perempuan yang nyuruh korbannya diem karena berisik?” Tulis akun @mana ‎ ‎“Segitu mbaknya berani banget, gimana kalau yang jadi korban nggak berani speak up kayak gitu? Nggak bakal ketangkep kali tuh pelakunya,” tulis akun @smte ‎ ‎“Ini kembaran sama kasus cowok yang dilecehin sesama cowok kemarin, korbannya sama-sama disalahin dan disuruh diem,” tulis akun @via2

‎“Cuman karena mau tenteram dan tenang, jangan terus tutup mata dan nggak peduli dengan kasus kekerasan seksual kayak gini,” tulis akun @ang**a ‎

#Menuju Perusahaan Pers yang Sehat dan Profesional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *