Meutiaranews.co – Kijang Innova Reborn menawarkan dua opsi mesin, yaitu bensin dan diesel, sesuai informasi dari laman resmi Toyota Astra Motor. Versi bensin menggunakan mesin 1TR-FE berkapasitas 1.998 L, sementara varian diesel dilengkapi dengan mesin 2GD-FTV berkapasitas 2.393 L. Tangki Kijang Innova Reborn memiliki kapasitas 55 liter, dan pemilihan bahan bakar sangat penting untuk menjaga kinerja optimal.

Berdasarkan buku panduan manual Kijang Innova Reborn, varian bensin disarankan menggunakan bahan bakar tanpa timbal dengan angka oktan 91 atau lebih tinggi. Hal ini berarti bahwa bahan bakar yang tepat untuk Innova Reborn versi bensin adalah BBM RON 92 sekelas Pertamax, Revvo 92, Shell Super, atau BP 92.

Sementara itu, varian diesel Innova Reborn disarankan menggunakan bahan bakar dengan angka cetane 48 atau lebih tinggi. Bahan bakar dengan angka cetane 48 dapat ditemui pada Biosolar. Namun, untuk kendaraan tanpa DPF sistem (untuk model Euro4), disarankan menggunakan bahan bakar diesel dengan kandungan sulfur 50 ppm atau kurang.

Penting untuk diperhatikan bahwa kendaraan dengan sistem DPF memerlukan bahan bakar diesel yang mengandung 10 ppm atau kurang sulfur. Penggunaan bahan bakar dengan kandungan sulfur di atas 10 ppm dapat menyebabkan kerusakan pada mesin dan sistem exhaust, serta mempengaruhi daya tahan kendaraan.

Jenis bahan bakar seperti Pertamina Dex, Shell V-Power Diesel, dan varian Pertamina Dex dengan kandungan sulfur rendah 10 ppm, sesuai dengan spesifikasi yang disarankan. Menggunakan bahan bakar sesuai dengan spesifikasi akan menjaga performa optimal kendaraan, sedangkan penggunaan bahan bakar yang tidak tepat dapat merusak mesin. Oleh karena itu, penting untuk memilih bahan bakar dengan cermat sesuai dengan rekomendasi pabrikan. (es)

#Menuju Perusahaan Pers yang Sehat dan Profesional

By Dika