Pulau Tanjung Sauh, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Dokumentasi Panbil Group)

Meutiaranews.co – Proyek Strategis Nasional (PSN) Tanjung Sauh di Kota Batam akan didominasi oleh investasi dari China dan dua negara lainnya.

Chairman Panbil Group, Johanes Kennedy Aritonang, mengungkapkan bahwa pengembangan kawasan PSN Tanjung Sauh ini dimulai setelah kawasan tersebut ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pada, Selasa (28/5) lalu.

“Kita akan mulai membangun infrastruktur pendukung pada tahap pertama, seperti pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), waduk, pelabuhan, dan jalan lingkungan,” ujar Johanes saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada, Selasa (18/6/2024).

Johanes menjelaskan bahwa Pulau Tanjung Sauh dipilih sebagai kawasan investasi baru karena adanya keterbatasan lahan di Kota Batam.

“Jika investor meminta lahan 100 hektar atau 50 hektar, di Batam sudah habis. Namun, di Pulau Tanjung Sauh masih ada lahan yang tersedia, sehingga menjadi alternatif untuk kebutuhan industri yang besar,” katanya.

Aritonang menambahkan bahwa infrastruktur awal di Tanjung Sauh akan setara dengan Batam, bahkan lebih baik.

“Kapasitas listrik yang lebih besar, bendungan (DAM) juga sudah ada, serta pelabuhan yang memadai. Jadi, secara ekosistem kami lebih efisien dan tertib dibandingkan di Kota Batam,” jelasnya.

Panbil Group menargetkan investasi sebesar Rp5 triliun hingga Rp10 triliun untuk tahap awal, yang mencakup pembangunan floorplan, waduk, pelabuhan, dan infrastruktur lainnya.

Menurut Johanes, investasi di PSN Tanjung Sauh ditargetkan mencapai Rp190 triliun secara bertahap hingga 20 tahun ke depan.

“Total keseluruhan investasi dari pengembang dan investor bisa mencapai Rp180 hingga Rp190 triliun dalam 10 hingga 20 tahun ke depan,” ungkapnya.

Selama tujuh tahun terakhir, Panbil Group telah melakukan beberapa Memorandum of Understanding (MoU) dengan berbagai pihak. Negara-negara yang terlibat dalam proyek ini adalah China, Singapura, dan Jepang.

“China tetap menjadi yang pertama dan terbesar, kemudian Singapura dan Jepang. Industri yang akan beroperasi di sini meliputi industri ringan, cair, dan besar. Semua sudah terdata dengan baik,” tutupnya.

#Menuju Perusahaan Pers yang Sehat dan Profesional