MeutiaraNews.co – PT Bandara Internasional Batam (PT BIB) meraih tiga penghargaan dalam ajang Indonesia QHSE & Sustainability Award (IQSA) 2026. Penghargaan tersebut diberikan atas komitmen perusahaan dalam menerapkan keselamatan, kesehatan kerja, kualitas layanan, serta prinsip keberlanjutan di Bandara Internasional Hang Nadim Batam.
IQSA 2026 yang diselenggarakan Business Asia Indonesia mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional Menuju Keberlanjutan Ekonomi”.
Tiga penghargaan yang diraih PT BIB terdiri dari kategori individu dan perusahaan. Penghargaan pertama, The Best Leadership in Airport HSE Management 2026, diberikan kepada Direktur Operasional PT BIB Anton Marthalius.
Sementara dua penghargaan lainnya diberikan kepada PT BIB, yakni The Best in Aviation Safety Commitment and Sustainable Airport Operations 2026 dan The Best Airport in HSE Operational & Service Performance 2026.
Bagi PT BIB, penghargaan tersebut bukan sekadar pengakuan terhadap penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja, tetapi juga menjadi cerminan konsistensi perusahaan dalam menjaga operasional Bandara Internasional Hang Nadim.
“Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi yang berhasil diraih dengan kolaborasi seluruh insan PT BIB dalam penerapan budaya keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan kerja,” ujar Anton dalam keterangan tertulis, Sabru (29/8/2026).
Menurut Anton, aspek QHSE tidak hanya ditempatkan sebagai kewajiban untuk memenuhi regulasi. Prinsip tersebut menjadi bagian dari fondasi operasional bandara.
“Kami memandang, QHSE bukan hanya suatu bentuk kepatuhan terhadap regulasi, namun berperan sebagai fondasi dalam mengoperasikan bandara yang aman, nyaman, dan berdampak baik bagi lingkungan,” katanya.
Salah satu capaian yang menjadi bagian dari komitmen keselamatan PT BIB adalah keberhasilan mencatat zero accident sepanjang 2025.
Capaian tersebut disebut menjadi hasil dari penerapan prosedur keselamatan secara konsisten di berbagai lini operasional. Selain kepatuhan terhadap prosedur, pengelolaan risiko dan kolaborasi antar pihak juga menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan kerja dan operasional penerbangan.
PT BIB menerapkan QHSE secara terintegrasi, mulai dari peningkatan kualitas layanan, perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja, hingga pengelolaan dampak lingkungan.
Di bidang keselamatan penerbangan, penerapan tersebut antara lain didukung melalui Safety Management System (SMS), peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pengelolaan risiko, pengawasan operasional, serta evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.
Pendekatan tersebut dinilai penting mengingat bandara merupakan fasilitas publik dengan aktivitas operasional yang melibatkan banyak pihak dan memiliki tingkat risiko tinggi.
Anton mengatakan tiga penghargaan yang diterima PT BIB justru menjadi dorongan bagi perusahaan untuk mempertahankan dan meningkatkan standar operasional.
“Berhasil meraih penghargaan ini tentu bukan titik akhir bagi PT BIB, melainkan menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan mempertahankan budaya kerja yang unggul,” ujarnya.
Ia berharap Bandara Internasional Hang Nadim dapat terus berkembang menjadi bandara yang aman, andal, berkualitas, dan berkelanjutan.
Menurut dia, peningkatan standar operasional bandara tidak hanya berkaitan dengan industri penerbangan, tetapi juga memiliki dampak lebih luas terhadap masyarakat dan perekonomian Batam.
“Kami harap, Bandara Internasional Hang Nadim dapat terus berkembang sebagai bandara yang aman, andal, berkualitas, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, perekonomian Batam, dan kemajuan industri penerbangan nasional,” jelasnya. (Nando)

