Aliansi Relawan Pekerja Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Kota Batam menggelar aksi damai di depan Kantor Wali Kota Batam, Sabtu (20/6/2026) pagi. (Foto: MeutiaraNews)

MeutiaraNews.co – Aliansi Relawan Pekerja Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Kota Batam mendukung penuh terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Namun demikian, saat ini para relawan mengaku khawatir terhadap berbagai polemik dan kebijakan terbaru yang dinilai dapat mengancam keberlangsungan program yang disampaikan dalam aksi yang digelar di depan Kantor Wali Kota Batam, Sabtu (20/6/2026) pagi.

Koordinator aksi, Langga Husein mengatakan dalam deklarasinya, Aliansi Relawan Pekerja Dapur MBG Kota Batam menyampaikan lima poin sikap, yakni mendukung penuh program MBG, mendorong penguatan dan perbaikan pelaksanaan program, menolak segala upaya yang dapat menghambat keberlangsungan program, serta berkomitmen menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

“Kami juga menilai sejumlah kebijakan terbaru dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum sepenuhnya mendukung tujuan utama program MBG,” jelasnya saat ditemui di kawasan Batam Center, Sabtu (20/6/2026).

Salah satu kebijakan yang disoroti adalah pengurangan hari kerja dari enam hari menjadi lima hari dalam sepekan, serta libur sekolah yang berlangsung cukup lama.

Menurutnya, kebijakan tersebut berdampak pada para relawan dan pekerja dapur yang menggantungkan penghasilan dari program tersebut.

Langga juga mengungkapkan, apabila hal ini terus berlanjut dan dapur MBG di Batam berpotensi ditutup, sekitar 1.500 pekerja berpotensi terdampak dan kehilangan mata pencaharian.

“Kurang lebih ada sekitar 1.500 pekerja yang terdampak jika dapur MBG ditutup. Apalagi dengan tidak beroperasionalnya saat ini, kasihan relawan yang berharap mendapatkan pemasukan harian untuk memenuhi kebutuhan keluarga, apalagi bertepatan dengan tahun ajaran baru dan kebutuhan masuk sekolah anak-anak,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya mempertanyakan penghentian sementara operasional sejumlah dapur MBG selama masa libur sekolah. Sebab, program MBG juga menyasar kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang seharusnya tetap dapat menerima manfaat program.

“Kalau sekolah diliburkan, kenapa program untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita juga tidak tetap dijalankan? Padahal tujuan awal program ini juga untuk mereka,” katanya.

Aliansi Relawan Pekerja Dapur MBG Kota Batam berharap pemerintah, khususnya Pemko Batam dan BGN, memberikan perhatian terhadap nasib para pekerja serta melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai berpotensi mengganggu keberlangsungan program.

“Kami ingin program ini tetap berjalan dan relawannya juga diperhatikan. Selama ini program sudah berjalan dengan baik, sehingga yang perlu dievaluasi adalah kebijakan yang menghambat pelaksanaannya,” jelasnya. (es)

By IR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *