MeutiaraNews.co – Linimasa media sosial telah dihebohkan dengan beredarnya percakapan WhatsApp yang diduga melibatkan karyawan restoran Mie Gacoan dengan atasannya di wilayah Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara.

‎‎Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Rabu, 8 April 2026, karyawan Mie Gacoan itu diminta mengundurkan diri setelah mengajukan izin cuti untuk merawat orang tuanya yang sakit.‎‎

Pada percakapan itu, karyawan tersebut terlihat menyampaikan permohonan izin cuti secara sopan kepada atasannya. ‎‎

Ia mengungkapkan kondisi orang tuanya yang sedang sakit sebagai alasan utama permintaan tersebut.‎‎

“Pak, boleh tidak saya ambil cuti besok karena orang tua saya sakit.

Kalau memang tidak bisa, saya tetap masuk tidak apa-apa,” tulis sang karyawan.

‎‎Kendati demikian, respons yang diduga berasal dari atasannya justru menuai sorotan publik. ‎‎

Lantas, bagaimana percakapan viral antara karyawan Mie Gacoan di Kota Medan tersebut dengan atasannya? Begini ceritanya.‎‎

Putuskan Sepihak Tanggal Terakhir Bekerja‎‎Alih-alih memberikan izin atau alternatif solusi, atasan tersebut disebut langsung meminta karyawan tersebut untuk mengajukan pengunduran diri.‎‎

“Setelah Lebaran kirim saja surat resign, nanti saya langsung setujui.

Silakan libur sepuasnya,” demikian balasan sang supervisor.

‎‎Tak hanya menolak permintaan izin, atasan tersebut juga disebutkan menentukan tanggal terakhir bekerja bagi sang karyawan.‎‎

Dalam percakapan berbeda, supervisor Mie Gacoan itu meminta surat pengunduran diri segera dikirimkan, hingga menuai sorotan tajam warganet.‎‎

“Tanggal 5 terakhir kamu kerja, besok antar surat resign,” ungkapnya.‎‎

“Pahami ya, mau tidak akan bisa masuk ke Gacoan lagi mau di mana pun,” imbuh supervisor Mie Gacoan tersebut.

‎‎Respons dari Karyawan Mie Gacoan‎‎ Sang karyawan lantas menjawabnya dengan mempertanyakan alasan dasar atas keputusan tersebut.‎‎

“Kan hanya minta off, Pak, apa salah ya kalau memang tidak bisa cuti,” terangnya.‎‎

Sejumlah pengguna media sosial menilai respons tersebut tidak mencerminkan empati dan dinilai bertentangan dengan prinsip perlindungan terhadap pekerja, terutama dalam kondisi darurat.

‎‎Setelah viralnya kasus tersebut, pihak manajemen terkait akhirnya memberikan klarifikasi atas percakapan yang beredar di media sosial.

‎‎Supervisor Akhirnya Minta Maaf‎‎ Dalam kesempatan berbeda, terlihat video klarifikasi yang disampaikan supervisor terkait usai ramainya kasus tersebut.‎‎

“Berkaitan dengan chat WA saya, saya meminta maaf kepada pihak yang bersangkutan, dan meminta maaf kepada seluruh pihak yang dirugikan,” terangnya sebagaimana dilansir dari postingan yang sama.‎‎

“Saya menyadari melakukan hal yang tidak sepatutnya dalam hal ini, yaitu memaksa tim saya untuk mengundurkan diri, dan bertindak melebihi batas kewenangan saya sebagai supervisor,” tandasnya.‎‎

Hingga berita ini terbit, belum ada tanggapan resmi dari pihak karyawan atas klarifikasi yang diberikan pihak manajemen Mie Gacoan di Kota Medan tersebut.

‎‎Namun yang jelas, kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya keseimbangan antara kepentingan perusahaan dan hak para pekerja, terutama dalam situasi darurat yang melibatkan keluarga.***

#Menuju Perusahaan Pers yang Sehat dan Profesional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *