Belanda indiaSatu Abad Jam Gadang Bukittinggi

MeutiaraNews.co – Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, tengah merayakan momen bersejarah peringatan 100 tahun Jam Gadang (1926–2026), ikon kebanggaan masyarakat Minangkabau yang selama satu abad telah menjadi simbol budaya, sejarah, dan identitas daerah.

Jam Gadang dibangun pada 20 Juni 1926 pada masa pemerintahan Hindia Belanda dan hingga kini tetap berdiri kokoh sebagai salah satu destinasi wisata paling terkenal di Indonesia.

Pemerintah Kota Bukittinggi menjadikan momentum satu abad ini sebagai ajang memperkuat identitas budaya sekaligus memperkenalkan warisan sejarah Minangkabau ke tingkat nasional dan internasional.

Mengusung tema “Jam Gadang, Detak Jantung Ibukota”, peringatan 100 tahun tersebut menghadirkan beragam kegiatan budaya, pendidikan, seni, dan diplomasi internasional yang berlangsung sepanjang Juni 2026. 

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias melalui Kaban Kesbangpol Bukittinggi Nenta Octavia, kepada media ini, Kamis (18/06/2026) di Kantor Kesbangpol Bukittinggu menyebut peringatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga momentum untuk menghidupkan kembali sejarah panjang Kota Bukittinggi sebagai kota perjuangan.

“Selagi bapak ibu masih di Bukit Tinggi, kami mengundang bapak ibu untuk menghadiri malam puncak Satu Abad Jam Gadang pada Sabtu (20/06/2026) ini,” ujarnya kepada media ini.

Nenta menjelaskan, berbagai agenda yang disiapkan antara lain Pajalan Nagari Festival, Bukittinggi East Film Festival, Pameran 100 Foto Jam Gadang, Jam Gadang Cultural Night, Festival Kuliner Tradisional, seminar nasional dan internasional, hingga lomba fotografi serta lomba cipta puisi tingkat nasional.

Peringatan tersebut juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyatakan dukungannya karena perayaan satu abad Jam Gadang dinilai sejalan dengan upaya pelestarian budaya nasional dan penguatan sejarah Indonesia.

Selain itu, kegiatan internasional turut memeriahkan peringatan ini melalui pelaksanaan International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) 2026 yang melibatkan delegasi dari puluhan negara.

Agenda tersebut mencakup peluncuran 100 buku, parade 1.000 perempuan berpakaian adat Minang, parade 100 penyair dunia, festival randai, bazar UMKM, hingga seminar mengenai kecerdasan buatan (AI) dan pendidikan masa depan.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa Jam Gadang bukan hanya ikon Bukittinggi, melainkan simbol kebanggaan seluruh masyarakat Sumatera Barat yang memiliki nilai sejarah tinggi bagi perjalanan bangsa Indonesia. 

Setelah satu abad berdiri, Jam Gadang tetap menjadi saksi perjalanan zaman, perubahan generasi, serta denyut kehidupan masyarakat Minangkabau yang terus menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah modernisasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *