‎MeutiaraNews.co – Aksi pemilik mobil Avanza berstiker ‘TNI AL’ yang mengadang bus TransJakarta (TJ) mendadak viral di media sosial.

‎Dalam unggahan Instagram @fakta.jakarta, pada Rabu, 22 April 2026, insiden tak terduga itu dilaporkan terjadi di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.


‎”Insiden ini melibatkan mobil Toyota Avanza berstiker TNI AL,” demikian tertulis dalam postingan tersebut.


‎Penumpang bus TransJakarta yang merekam kejadian ini sontak merasa kesal dengan aksi sang pemilik mobil Avanza berpelat B 1122 DKD tersebut.


‎Terlebih, bus TJ itu sempat diberhentikan secara paksa dalam kondisi jalanan raya yang padat.


‎Lantas, bagaimana sebenarnya awal mula kejadian yang melibatkan pemobil Avanza berstiker ‘TNI AL’ itu? Berikut ulasannya.


‎Bermula saat Bus Turunkan Penumpang


‎Berdasarkan laporan di lokasi, bus yang terlibat diketahui melayani koridor 6N rute Ragunan-Blok M.


‎Saat itu, bus sedang menurunkan penumpang di area pinggir jalan.


‎Kendati demikian, pemobil Avanza berwarna hitam tiba-tiba mencoba menyalip, namun gagal.


‎Merasa dirinya menjadi korban, pengemudi mobil kemudian menyetop bus dengan cara memepet lalu mengadang.


‎Memaki Lalu Cekrek Ambil Foto


‎Dalam insiden itu, tampak seorang pria paruh baya mengenakan pakaian hijau memaki sambil menunjuk-nunjuk ke arah sopir bus.


‎Kendati demikian, sopir bus TransJakarta itu justru memilih diam dan tidak menanggapi.


‎”Mepet banget ini, mobil stiker TNI,” ujar perekam video.


‎”Caper (cari perhatian) saja ini, orang saya tidak salah,” timpal sang sopir bus.


‎Pria berpakaian serba hijau itu lantas mengeluarkan ponselnya, yang diduga untuk merekam bukti kejadian.


‎Setelah itu, pemobil Avanza itu kembali masuk ke mobil dan pergi meninggalkan lokasi.


‎Dugaan Stiker Bodong


‎Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian setempat ihwal kejadian viral di kawasan Kemang, Jakarta Selatan itu.


‎Kendati demikian, warganet justru menyoroti stiker ‘TNI AL’ di kaca belakang mobil Avanza.


‎Sebagian publik menilai, stiker serupa kerap diperjualbelikan di berbagai platform e-commerce.


‎Hal ini memunculkan dugaan, stiker yang menunjukkan instansi resmi tidak selalu menunjukkan identitas resmi bagi pemilik kendaraannya.***

#Menuju Perusahaan Pers yang Sehat dan Profesional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *