MeutiaraNews.co – Sebagian publik di media sosial tengah digemparkan dengan kabar insiden tragis yang menimpa seorang pekerja migran Indonesia (PMI), Deri (25).

‎‎Pria asal Desa Garawastu, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka, itu dilaporkan meninggal dunia saat berupaya melarikan diri dari tempat kerjanya di Kamboja. ‎‎

Berdasarkan laporan yang beredar, Deri diduga menjadi korban pembunuhan oleh rekan kerjanya sendiri.‎‎

“Tragis, kisah Deri asal Majalengka yang meninggal usai mencoba kabur dari Kamboja,” demikian tertulis dalam postingan Instagram @lambegosiip, pada Selasa, 7 April 2026.‎‎

Lantas, bagaimana awal mula kabar insiden tragis itu terjadi hingga diterima oleh pihak keluarga korban? Berikut ini kronologinya.‎‎

Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan‎‎Menurut informasi yang diterima keluarga, korban dilaporkan sudah ditemukan tidak bernyawa di pinggir jalan dengan kondisi mengenaskan. ‎‎

Kabar duka tersebut diterima orang tua korban, Ismail dan Oom pada akhir pekan lalu.

‎‎Kala itu, Ismail menerima kabar dari salah seorang rekan kerja Deri, yang diketahui bernama Budi.‎‎

“Mulanya, mereka mendapat sambungan telefon dari Budi (yang merupakan) rekan kerjanya di Kamboja,” tulis postingan yang sama.‎‎

Korban Sempat Telepon Keluarga‎‎Sebelum peristiwa nahas ini terjadi, Ismail dan Oom diketahui sempat dihubungi sang anak.‎‎

Melalui sambungan telepon, Deri disebut sempat mengaku akan dibunuh saat dalam pelarian dari tempat kerjanya di Kamboja.‎‎

“Kami sempat dihubungi dan dia mengaku tengah melarikan diri karena diancam serta dikejar-kejar oleh temannya,” kata Ismail.‎‎

Pergi untuk Bantu Ekonomi Keluarga‎‎ Ismail menjelaskan, putranya berangkat ke luar negeri dengan tekad kuat membantu perekonomian keluarga.

‎‎Selain itu, Deri juga dinilai telah memiliki cita-cita menyekolahkan dan memasukkan adiknya ke pesantren.‎‎

Dalam perjalannnya, Deri diketahui sempat singgah di beberapa negara, seperti Malaysia dan Vietnam, sebelum akhirnya tiba di Kamboja.

‎‎Di negara tersebut, Deri bekerja di sebuah barber dan tinggal di sebuah asrama bersama seorang rekan sesama warga negara Indonesia.

‎‎Sampai berita ini terbit, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian ihwal insiden tragis yang menimpa PMI di Kamboja tersebut.***

#Menuju Perusahaan Pers yang Sehat dan Profesional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *