MeutiaraNews.co – Sebagian publik di Tanah Air, tengah ramai memperbincangkan isu perombakan atau reshuffle kabinet yang mencuat belakangan ini.

‎Sebelumnya, pihak Istana Kepresidenan telah  buka suara usai ramainya isu terkait Presiden RI, Prabowo Subianto akan melakukan reshuffle kabinet.

‎Hal itu disampaikan Sekretaris Kabinet (Seskab) RI, Teddy Indra Wijaya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa, 7 April 2026.

‎”Tunggu saja,” jawab Teddy singkat.

‎Terkini, isu reshuffle kabinet itu semakin santer dikabarkan akan digelar pada hari ini, Senin, 27 April 2026.

‎Terkait wacana tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham menilai langkah reshuffle harus dimaknai sebagai langkah strategis untuk memperbaiki kinerja pemerintahan.

‎Idrus menyebut, hal itu termasuk mengganti menteri yang dinilai tidak produktif.

‎”Menteri-menteri yang tidak produktif harus diganti, siapapun dia,” kata Idrus kepada awak media di Jakarta, pada hari yang sama.

‎Reshuffle Jadi Energi Baru?

‎Idrus menyoroti, isu reshuffle tidak dapat dianggap hanya sebagai pergantian figur pejabat pemerintahan semata.

‎Petinggi Golkar itu menuturkan, reshuffle merupakan instrumen penting dalam sistem pemerintahan presidensial untuk memastikan efektivitas kabinet dalam menjalankan agenda negara.

‎Idrus menilai, persoalan utama yang dihadapi pemerintahan saat ini bukan terletak pada kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, melainkan pada implementasi kebijakan di tingkat kementerian.

‎”Tidaklah bijaksana apabila secara serta-merta muncul suara-suara yang meminta presiden turun,” terang Idrus.

‎”Masalahnya bukan pada presiden, tetapi pada pembantu-pembantunya,” tambahnya.

‎Idrus menjelaskan, reshuffle yang tepat dapat menjadi energi baru bagi pemerintahan dalam menyesuaikan strategi menghadapi dinamika ekonomi, sosial, dan politik yang terus berkembang.

‎Berkaca dari hal itu, kini beredar juga nama-nama tokoh yang diisukan masuk daftar reshuffle kabinet kali ini.

‎Lantas, siapa saja yang masuk radar Presiden Prabowo dalam isu penggantian kabinet RI? Berikut nama-nama yang beredar.

‎Eks KSAD Dudung hingga Jumhur Hidayat

‎Berdasarkan informasi yang beredar, salah satu nama tokoh di antaranya, yakni Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman.

‎Dudung diisukan bakal menjadi menjadi Kantor Staf Presiden (KSP) menggantikan Muhammad Qodari.

‎Terkait hal itu, Qodari diisukan akan menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) menggantikan Angga Raka Prabowo.

‎Selanjutnya, terdapat nama Mantan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI), Abdul Kadir Karding diisukan bakal menjadi Kepala Badan Karantina Nasional menggantikan Sahat Manaor Panggabean.

‎Adapun, mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO) Hasan Nasbi yang diisukan akan menjadi Utusan Khusus Presiden Bidang Komunikasi.

‎Terakhir, mencuat nama Ketua Umum KSPSI, Jumhur Hidayat diisukan menjadi Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menggantikan Mukhtaruddin.***

#Menuju Perusahaan Pers yang Sehat dan Profesional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *