MeutiaraNews.co – Sebagian publik di media sosial sedang hangat memperbincangkan terkait penemuan kapal tanker milik Pertamina yang diduga terjebak di perairan Selat Hormuz.

‎Bagi yang belum tahu, Selat Hormuz menjadi kawasan perairan yang dijaga ketat komando militer Iran imbas konflik peperangan dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

‎Dalam unggahan Instagram @voxnetizens, pada Senin, 20 April 2026, kasus ini mulanya terungkap oleh seorang pelaut asal Indonesia, Adrian Umar.

‎”Kapal Tanker Gamsunoro Pertamina terjebak di Hormuz,” demikian tertulis dalam postingan tersebut.

‎Kala itu, Adrian mengaku sempat merekam momen saat dirinya berpapasan dengan Kapal Gamsunoro milik Pertamina pada perairan Selat Hormuz.

‎Gamsunoro diduga menjadi salah satu kapal milik Pertamina yang terjebak pada area tersebut di tengah pendistribusian minyak mentah.

‎Lantas, bagaimana penuturan sang pelaut RI tersebut ihwal dugaan temuan kapal tanker Pertamina yang terjebak di Selat Hormuz? Berikut ulasan selengkapnya.

‎Tak Ada Kru dari Indonesia

‎Dalam video yang beredar, Adrian sebagai pelaut RI merekam momen saat kapalnya berhadap-hadapan dengan kapal Gamsunoro pada Sabtu, 18 April 2026.

‎Adrian juga tampak berusaha menghubungi kru kapal Gamsunoro guna bertanya kabar mereka setelah berhari-hari terjebak di Selat Hormuz.

‎Kendati demikian, sang pelaut RI itu mengaku terkejut usai mendapati kapal Pertamina itu tidak ada satu pun kru yang berasal dari warga negara Indonesia (WNI).

‎”Dari mana kalian, dari India atau Indonesia?” tanya Adrian dengan bahasa Inggris.

‎”Kru India, pemiliknya orang Indonesia tapi krunya India,” kata kru kapal Gamsunoro.

‎Mendengar hal itu, Adrian lantas memastikan kembali ihwal keberadaan WNI di kapal tersebut.

‎”Jadi semua krunya dari India ya? tidak ada orang Indonesia di sana?” tanya Adrian.

‎”Negatif, tidak ada orang Indonesia, semuanya India,” jelas kru kapal Gamsunoro.

‎Ironi yang Bayangi Para Pelaut RI

‎Setelah perbincangan dengan kru kapal Gamsunoro, Adrian mengaku terkejut lantaran tak adanya WNI sebagai awak kapal tersebut.

‎Terlebih, semula ekspektasi Adrian yakni dapat berbincang dengan sesama WNI yang terjebak di Selat Hormuz.

‎”Itu salah satu percakapan saya dengan kru kapal tanker Gamsunoro,” beber Adrian.

‎”Syok, berharap itu ada orang Indonesia di sana,” imbuhnya.

‎Di sisi lain, Adrian mengungkap dugaan adanya ungkapan dari kru asing di kapal tersebut bernada ejekan kepada para pelaut RI.

‎”Enggak ada saya edit, (videonya) enggak saya lanjutkan karena takutnya kalian sakit hati karena nadanya lumayan mengejek,” terang Adrian.

‎”(Hal itu) seperti ‘kamu perusahaan Indonesia tapi krunya full India’ begitu,” tandasnya.***

#Menuju Perusahaan Pers yang Sehat dan Profesional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *