Menyoroti insiden kebakaran besar yang terjadi pada kawasan permukiman terapung di Sandakan, Sabah, Malaysia. (Instagram.com/@unikinfold)

MeutiaraNews.co – Linimasa media sosial tengah dihebohkan dengan beredarnya video insiden kebakaran besar yang dilaporkan melanda 1.000 rumah apung di kawasan Sandakan, Sabah, Malaysia, pada Minggu, 19 April 2026 dini hari.
‎
‎Terlihat dalam unggahan Instagram @unikinfold yang tayang pada Senin, 20 April 2026, kobaran api melalap permukiman terapung yang dihuni ribuan penduduk adat asal Malaysia.
‎
‎”Kebakaran besar melanda seribu rumah apung di Sandakan, Malaysia, pada Minggu dini hari,” demikian tertulis dalam postingan tersebut.
‎
‎Terkini, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban jiwa dalam insiden ini.
‎
‎Lantas, bagaimana kondisi terkini para korban yang terdampak usai kebakaran besar yang melanda wilayah Sandakan, Malaysia tersebut? Berikut ulasannya.
‎
‎Kemlu Pantau Kondisi WNI
‎
‎Secara terpisah, Kemlu RI mengungkapkan insiden kebakaran di Malaysia itu tidak menimbulkan korban jiwa meski terdapat WNI yang terdampak akibat peristiwa tersebut.
‎
‎Sebelumnya, Kemlu melalui KJRI Kota Kinabalu dan Direktorat Perlindungan WNI tengah memonitor perkembangan penanganan insiden kebakaran tersebut.
‎
‎”Hingga saat ini tidak terdapat laporan korban jiwa,” demikian tertulis dalam keterangan resmi Kemlu RI, pada Senin, 20 April 2026.
‎
‎”Sejumlah warga yang dilaporkan mengalami luka ringan saat berupaya menyelamatkan barang-barang mereka, telah mendapatkan penanganan medis,” tambahnya.
‎
‎Total 1.000 Rumah Apung Terbakar
‎
‎Dalam insiden ini, dilaporkan sekitar 1.000 rumah apung terbakar dari total 1.200 unit dalam insiden kebakaran tersebut.
‎
‎Kemlu memaparkan, mayoritas penghuni kawasan merupakan warga negara Malaysia, warga negara Filipina, dan WNI yang menikah dengan warga negara Malaysia.
‎
‎Di sisi lain, koordinasi intensif dengan otoritas setempat hingga kini tengah digencarkan untuk memperoleh data akurat terkait jumlah dan kondisi WNI yang terdampak.
‎
‎Selain itu, Kemlu juga melakukan pemantauan langsung terhadap perkembangan situasi di lapangan, termasuk penanganan pengungsi dan distribusi bantuan.
‎
‎”Menyiapkan fasilitasi dokumen keimigrasian bagi WNI terdampak yang kehilangan dokumen penting akibat kebakaran,” jelasnya.
‎
‎9.007 Penduduk Dilaporkan Terdampak
‎
‎Media lokal di Malaysia, The Star melaporkan sebanyak 9.007 warga terdampak dalam insiden kebakaran di wilayah desa pesisir Negara Bagian Sabah, Malaysia tersebut.
‎
‎Permukiman terapung itu diketahui telah dihuni sebagian kelompok masyarakat rentan, termasuk penduduk adat dan warga dengan kewarganegaraan Indonesia hingga Filipina.
‎
‎Kepala Kepolisian Sandakan, George Abd Rakman menyebut permukiman itu terdiri dari rumah-rumah kayu yang dibangun rapat di atas air, sehingga api dengan cepat menyebar dan sulit dikendalikan.
‎
‎”Ini adalah insiden berskala sangat besar dan memilukan, yang berdampak terhadap 9.007 warga,” kata Rakman sebagaimana dilansir dari The Star, pada Senin, 20 April 2026.
‎
‎Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
‎
‎Rakman mengatakan, sejauh ini belum ada laporan korban jiwa atas kebakaran besar di wilayah Sabah, Malaysia.
‎
‎Hal tersebut, meskipun beberapa orang mengalami luka-luka saat mencoba menyelamatkan barang-barang atau membantu orang lain saat kebakaran terjadi.
‎
‎”Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan oleh Dinas Pemadam Kebakaran,” tandasnya.
‎
‎Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan lanjutan pihak Kemlu RI maupun otoritas setempat ihwal insiden kebakaran besar di kawasan Sandakan, Malaysia tersebut.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *