MeutiaraNews.co – Sebagian publik di media sosial tengah ramai menyoroti Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Sagaranten, Margaluyu, Sukabumi, Jawa Barat.

‎Bagi yang belum tahu, SPPG Sukabumi ini sebelumnya viral setelah adanya temuan ulat dalam penyajian makanan melalui ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG).

‎Kini, SPPG itu pun menuai sorotan tajam setelah Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang melakukan inspeksi mendadak (sidak).

‎”Dari dapur atau SPPG inilah lahir ulat di ompreng yang beberapa waktu lalu viral,” kata Nanik dalam unggahan Instagram resminya @nanik_deyang, pada Senin, 11 Mei 2026.

‎Nanik menyebut, dari kejauhan, SPPG di Sukabumi tersebut terlihat besar dan megah.

‎Namun, Wakil BGN ini menilai rumah yang disulap menjadi SPPG ini alur kerjanya amburadul.

‎”(Hal itu) karena sang mitra penyedia tempat sepertinya tidak mau keluar kocek banyak untuk merehab menjadi dapur sesuai dengan juknis BGN,” beber Nanik.

‎Lantas, apa saja hal-hal mengejutkan yang diungkap Nanik dalam sidak di SPPG Sukabumi tersebut? Begini ceritanya.

‎Rumah yang Ditambal Sulam

‎Dalam sidak itu, Nanik menuturkan, tak hanya rumah yang hanya ditambal sulam sedikit kemudian dicat biru seperti warna BGN, namun lantainya pun turun-naik.

‎”Kalau dulu di awal mulai program MBG, SPPG yang operasional pertama Januari 2026, pasti tidak lolos,” ungkapnya.

‎”Soalnya ketentuan awal dulu harus bangunan baru dan tidak ada lantai turun naik,” sambung Nanik.

‎Nanik bercerita, saat dirinya masuk ke SPPG tersebut justru merasa kebingungan saat menuju ruang penyajian makanan.

‎”Bahkan saya sempat kejangkang (terjatuh) saking licinnya lantai karena kurang dibersihkan dari bekas minyak,” keluhnya.

‎Steam Rice Rusak

‎Pada kesempatan yang sama, Nanik mengaku terkejut, saat melihat para pegawai SPPG tersebut sudah mulai memasak meski waktu belum sampai pukul 01.00 WIB dinihari.

‎Nanik lantas menyoroti adanya proses memasak nasi yang masih menggunakan dandang, lantaran steam ricenya rusak.

‎”Ini yang saya minta pada mitra, tolong steam rice-nya harus punya dua, satu untuk serep bila tiba-tiba yang satu rusak,” terangnya.

‎Tak hanya steam rice yang rusak, Nanik pun sempat menyoroti adanya wastafel yang dinilai hanya pajangan.

‎”Ada yang lucu saat saya datang. Saya selalu konsen dengan urusan wastafel,” sebut Nanik.

‎”Saat saya datang pura-pura dipasang 2 wastafel padahal tidak ada aliran airnya, alias hanya artifisial,” sambungnya.

‎Buah di Bawah Meja Pemorsian

‎Selain itu, Nanik menyoroti ruang pemorsian yang ditempatkan berada pada area gudang.

‎”Ini akibat rumah apa adanya dipakai sebagai SPPG,” sorotnya.

‎Nanik kemudian menduga, adanya temuan ulat pada ompreng MBG yang sempat viral di SPPG Sukabumi tersebut.

‎”Dan saya juga mulai paham kenapa ompreng ada ulatnya, karena buah ditaruh di bawah meja pemorsian,” terang Nanik.

‎”Nah buah yang mungkin tidak dicuci bersih, yang masih ada ulatnya, kemudian ulatnya naik ke meja pemorsian dan menjalar ke ompreng,” tukasnya.***

#Menuju Perusahaan Pers yang Sehat dan Profesional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *