MeutiaraNews.co – Staf Khusus Presiden RI Periode 2019-2024 yang kini menjabat sebagai Komite Eksekutif Presiden Prabowo Subianto, Billy Mambrasar, mendorong Batam untuk bangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kota Batam yang tenantnya adalah Pelaku UMKM, untuk tujuan ekspor dan impor UMKM, baik antar negara, maupun antar wilayah di Indonesia.
KEK UMKM ini akan memberikan kemudahan kepada pelaku UMKM yang beroperasi di sana, seperti kebijakan insentif, bea cukai ekspor dan impor, hingga pelatihan dan pendampingan.
Hal ini disampaikan Billy Mambrasar, yang diundang oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Riau, pada tanggal 26 Agustus 2026 di Hotel Ibis, Kota Batam, yang dihadiri oleh Kementerian Koperasi dan UMKM, Pemda Kepri, Pemda Kota Batam, dan BP Batam, serta perwakilan Masyarakat pelaku UMKM.
“Selama ini kita merayakan besarnya Investasi asing yang masuk Batam, dan perkembangan Industri yang luar biasa. Akan tetapi, siapa yang memikirkan Nasib UMKM yang pelaku utamanya adalah Masyarakat Biasa? Kalau Investasi dan manufaktur itu yang berkepentingan utamanya kelompok bisnis dan oligarki, dan memang ada penyerapan tenaga kerja juga, tapi tidak sebanyak UMKM. Akan tetapi, ingat bahwa UMKM adalah dari dan oleh Masyarakat,” ujar Billy Mambrasar, yang juga bekerja sebagai dosen ekonomi di Politeknik Negeri Batam.
“Jadi dalam acara ini saya meminta kepada Pemerintah Provinsi, BP Batam dan Pemerintah Pusat, seperti Kementerian Koperasi dan UMKM, dan Kementerian Perdagangan untuk mengakomodir para pelaku UMKM dalam satu Kawasan khusus dengan tujuan menyiapkan mereka menjadi eksportir, dengan segala kemudahan yang ada,” sambung Billy.
Menurut Billy, saat ini struktur pertumbuhan ekonomi Kota Batam mayoritas di kontribusikan oleh Investasi dan Ekspor, sementara konsumsi rumah tangga, hanya di kisaran angka 20-30% dari PDRB. Ini menunjukkan fenomena “capital outflow” dalam ekonomi, yang mana uang investasi yang besar masuk ke batam, akan tetapi perputarannya tidak terjadi di Kota Batam, akan tetap langsung dibelanjakan ke luar. Salah satu pendorong konsumsi rumah tangga terbesar adalan aktifitas UMKM yang pelaku utamanya adalah Masyarakat.
Selain itu, menurut Billy, sektor utama penyerap tenaga kerja formal dan informal masih UMKM, sehingga Billy Pemerintah Provinsi Kepri atau Kota Batam, sehingga pengembangan sektor ini dapat secara signifikan mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di kota batam bahkan di Provinsi Kepulauan Riau, sehingga secara otomatis dapat meningkatkan kesejahteraan Masyarakat.
Menanggapi ide tersebut, Riki Rionaldi, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Riau memyambut baik gagasan ini. Pemerintah daerah kata dia terus berupaya mencari formula yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.
“Saya menyambut baik gagasan yang disampaikan oleh Billy Mambrasar, dan ini sebelumnya belum pernah ada yang memikirkan. Selama ini kita mencoba mencari formulasi terbaik untuk mendorong kemajuan UMKM di Provinsi Kepri dan Kota Batam, dan menurut saya, ini dapat menjadi gagasan terbaik untuk menjawabnya”, Ujar
Adapun data BPS menunjukkan bahwa ada lebih dari 75.000 UMKM di Kota Batam, dan 102 ribu Usaha Mikro, yang menyerap hingga 156 ribu tenaga kerja dengan perputaran uang yang diperkirakan dapat mencapai hingga 9.1 Triliun Rupiah Per Tahun.
“Dengan adanya Kawasan Ekonomi Khusus yang menyiapkan UMKM Kota Batam dan Kepri jadi eksporter, maka perputaran uangnya bisa jauh lebih besar dari angka BPS yang sekarang, dan Masyarakat Kota Batam dapat lebih sejahtera, dengan komposisi ekonomi yang tidak bergantung kepada Investasi dan sektor manufaktur saja. Bahkan KEK UMKM ini bisa jadi Pusat kunjungan wisatawan asing, untuk wisata kuliner dan hospitality, asalkan kita Kelola dengan sangat professional dan berkelas dunia”, Ujar Billy Mambrasar, yang kini juga merangkap menjabat sebagai Tenaga Ahli Deputi Investasi BP Batam.(Nando)

