MeutiaraNews.com – Sebagian publik di media sosial tengah dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan dugaan penangkapan terhadap Relawan asal Indonesia oleh Militer Israel saat misi kemanusiaan menuju ke Gaza, Palestina.
Dalam unggahan Instagram @lisiproenca, pada Selasa, 19 Mei 2026, terlihat rombongan kapal dibekuk pasukan bertopeng yang diduga merupakan Tentara Israel bersenjata lengkap.
”Para relawan sipil dari lebih dari 40 negara, yang berpartisipasi dalam misi kemanusiaan ke Gaza,” telah secara paksa diturunkan dari kapal kami oleh pasukan militer bersenjata di perairan internasional,” tulis postingan tersebut.
Terkini, Organisasi Pers Pewarta Foto Indonesia (PFI) melaporkan 3 jurnalis RI yang menjadi relawan Gaza dalam kapal tersebut, hingga saat ini masih hilang kontak.
Lantas, bagaimana sebenarnya awal mula kronologi kasus penangkapan terhadap rombongan Relawan Gaza asal Indonesia oleh Militer Israel tersebut? Berikut ulasannya.
3 Jurnalis Indonesia Hilang Kontak
Secara terpisah, Ketua PFI Pusat, Dwi Pambudi menyebut 3 jurnalis Indonesia yang dimaksud, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai Rifan Billah dari Republika, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo TV.
Atas kasus itu, PFI diketahui tengah memantau perkembangan informasi terkait keberadaan 3 jurnalis asal Indonesia usai viral kasus penangkapan yang melibatkan Militer Israel tersebut.
”Salah satu jurnalis ikut dalam rombongan itu anggota PFI, pewarta Foto Republika,” kata Dwi dalam keterangannya, pada Selasa, 19 Mei 2026.
”Kami terus menjalin komunikasi intensif dengan para pihak guna, guna memastikan setiap perkembangan informasi mengenai kondisi dan keberadaan Thoudy Badai serta dia orang rekan lainnya,” tambahnya.
Pakai Armada Laut di Perairan Siprus
Dwi menuturkan, Thoudy Badai bersama 2 orang jurnalis Indonesia dilaporkan hilang kontak saat mengikuti pelayaran misi kemanusiaan menuju Gaza.
Saat itu, Thoudy Badai disebut tengah menggunakan armada laut Global Sumud Flotilla di perairan Siprus, Mediterania Timur pada Senin, 18 Mei 2026 waktu setempat.
”Kami mengajak seluruh rekan pewarta foto, jurnalis, dan masyarakat untuk terus mendoakan keselamatan Thoudy Badai agar segera ditemukan dalam kondisi selamat,” tutur Dwi.
Desakan Pemerintah Tempuh Jalur Diplomasi
Di lain pihak, Dewan Pers kini diketahui tengah meminta Pemerintah Indonesia untuk menempuh jalur diplomasi untuk membebaskan 3 jurnalis Indonesia yang diduga ditangkap oleh Angkatan Laut Israel.
”Dewan Pers mengecam tindakan militer Israel yang melakukan pencegatan dan penangkapan terhadap jurnalis Indonesia bersama awak sipil lainnya di perairan internasional saat dalam perjalanan menuju Gaza, Palestina,” demikian pernyataan Dewan Pers, pada Selasa, 19 Mei 2026.
Hingga berita ini terbit, belum ada informasi resmi lebih lanjut mengenai penyebab hilangnya komunikasi maupun kondisi terkini Thoudy dan rombongan relawan yang mengikuti pelayaran tersebut.***
#Menuju Perusahaan Pers yang Sehat dan Profesional

