MeutiaraNews.co – Beredar video di media sosial yang memperlihatkan adanya insiden longsor yang terjadi di lokasi penambangan emas wilayah Sijunjung, Sumatera Barat (Sumbar).

‎Dalam unggahan Instagram @topik.sumbar24jam, pada Sabtu, 16 Mei 2026, peristiwa itu terjadi saat 12 orang diduga sedang melakukan aktivitas penambangan secara tradisional menggunakan dompeng dan dulang.

‎”Longsor di lokasi tambang emas ilegal Sijunjung,” tulis postingan tersebut.

‎Terkait insiden ini, pihak kepolisian setempat telah mengonfirmasi, dari total 12 penambang, terdapat 9 orang yang menjadi korban tewas, dan 3 lainnya dalam kondisi selamat.

‎Lantas, bagaimana awal mula kronologi ini berdasarkan laporan yang diterima pihak kepolisian? Berikut ulasannya.

‎Tambang Emas Ilegal di Sijunjung

‎Dalam kasus ini, lokasi tambang emas ilegal yang terjadi longsor itu tepatnya berada di wilayah Nagari Guguak, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung.

‎Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Susmelawati Rosya menyebut, pihaknya sedang melakukan penyelidikan atas insiden tersebut.

‎”Berdasarkan informasi dari Kapolres (Sijunjung), memang betul ada kejadian (tambang longsor),” kata Rosya dalam pernyataannya, pada Sabtu, 16 Mei 2026.

‎Secara rinci, Rosya menjelaskan, peristiwa terjadi pada Kamis, 14 Mei 2026 siang di kawasan Jorong Taratak Botung, Nagari Guguak.

‎Polisi: 9 Orang Tewas, 3 Selamat

‎Berdasarkan laporan pihak kepolisian, saat kejadian, terdapat 12 penambang yang sedang bekerja.

‎Rosya menuturkan, 3 orang berhasil menyelamatkan diri, sementara 9 lainnya tertimbun dan ditemukan tewas.

‎”Kami sampaikan bahwa menurut Kapolres, warga saat itu sedang melakukan penambangan. Tradisional ya, dengan menggunakan dompeng dan dulang,” tutur Rosya.

‎”Penambang jumlahnya 12 orang. 3 orang berhasil menyelamatkan diri, dan 9 orang tertimpa timbunan longsor dan (dinyatakan) meninggal dunia,” tambahnya.

‎Bermula saat Ambruknya Area Tebing

‎Dalam kesempatan yang sama, Rosya menjelaskan awal mula insiden longsor ini berawal dari jatuh atau ambruknya tebing pada area 30 meter dari lokasi penambangan.

‎”Tiba-tiba ada sekitar 30 meter, ada tebing. Tiba-tiba longsor,” jelasnya.

‎Kini, seluruh korban jiwa dilaporkan sudah dievakuasi dan langsung dibawa ke Puskesmas Tanjung Ampalu.

‎Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

‎Hingga berita ini terbit, belum ada laporan korban lainnya dalam longsor di Sijunjung, Sumbar.

‎Terlebih, pihak kepolisian diketahui masih melakukan penyelidikan lanjutan terkait penyebab insiden tersebut.***

#Menuju Perusahaan Pers yang Sehat dan Profesional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *