MeutiaraNews.co – Beredar video di media sosial yang memperlihatkan aksi tak pantas diduga dilakukan oleh sejumlah karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cendekia Waskita di Kecamatan Kangayan, Sumenep, Jawa Timur.

‎‎Dalam unggahan Instagram @feedgramindo, pada Rabu, 8 April 2026, terlihat sejumlah pegawai berseragam SPPG perempuan asyik berjoget, bernyanyi, bahkan menaburkan uang atau saweran senilai‎‎”Karyawan SPPG Sumenep karaoke di dapur sambil tabur uang,” demikian tertulis dalam postingan tersebut.‎‎

Aksi ini sontak dinilai mencederai rasa empati masyarakat, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

‎‎Alih-alih menjadi teladan, perilaku tersebut justru dianggap di saat banyak warga masih berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari.

‎‎Lantas, bagaimana kronologi viral aksi joget-joget yang diduga dilakukan pegawai SPPG di Sumenep, Jawa Timur tersebut? Begini awal mulanya.‎‎

Asyik Berjoget Sambil Saweran‎‎Dalam video yang beredar, terlihat beberapa pegawai yang mayoritas perempuan, berjoget sambil bernyanyi dengan iringan musik dari speaker.

‎‎Sebagian publik menyoroti, mereka tampak menari di salah satu ruangan dapur MBG yang seharusnya terbebas dari aktivitas yang tidak diperlukan.‎‎

Tak hanya itu, sejumlah pegawai juga terlihat menaburkan uang dan memperagakan aksi sawer dengan pecahan Rp100.000. ‎‎

Buntut dari aksi viral tersebut, warga desa setempat dilaporkan geram atas perilaku yang ditunjukkan sejumlah pegawai SPPG di Sumenep tersebut.‎‎

Warga: Sangat Tidak Patut Dicontoh‎‎Secara terpisah, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kangayan, Pongli menyebut tindakan para petugas itu sebagai bentuk ketidakpekaan yang nyata.‎‎

“Ini sangat tidak patut dicontoh,” tegas Pongli dalam pernyataannya, pada Selasa, 7 April 2026.‎‎

Pongli juga mengungkap, persoalan yang melibatkan SPPG terkait diketahui bukan yang pertama. ‎‎

Ia menyebut, sebelumnya terdapat kualitas menu yang dibagikan kepada siswa sekolah setempat yang menuai kritik karena dinilai kurang layak.‎‎

“Bukan memperbaiki kualitas, ini malah bikin masalah lagi,” jelas Pongli.‎‎

Hingga kini, warga desa setempat mendesak pemerintah pusat untuk turun tangan dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja petugas SPPG di wilayah tersebut.

‎‎Sampai berita ini terbit, belum ada klarifikasi resmi yang disampaikan pihak terkait ihwal insiden yang terjadi di SPPG Cendekia Waskita, Sumenep tersebut.***

#Menuju Perusahaan Pers yang Sehat dan Profesional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *