Uang TunaiBI Bersama TNI AL Edarkan Uang Tunai Rp14 Miliar ke Pulau Terluar di Kepri

MeutiaraNews.co – Bank Indonesia (BI) bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 di Provinsi Kepulauan Riau. Pendistribusian uang layak edar oleh BI dalam kegiatan tahun ini senilai Rp 14 miliar. Uang tunai miliaran tersebut disebar ke lima pulau terluar sebagai upaya memperkuat kedaulatan Rupiah sekaligus memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat di wilayah perbatasan.

“Ekspedisi berlangsung pada 2–8 Juli 2026 menggunakan KRI Beladau 643 dengan rute pelayaran menuju Pulau Tarempa, Midai, Subi Besar, Tambelan, dan Singkep,’ ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto Purwoko, di Pelabuhan Bintang 99 Persada, Batu Ampar, Batam, Kamis (2/7/2026). 

Pelepasan ekspedisii turut dihadiri Wakil Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Waasops Kasal) Laksamana Pertama TNI Yayan Sofiyan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan perbankan, serta pemerintah daerah.

Rony mengatakan, Ekspedisi Rupiah Berdaulat merupakan bentuk sinergi antara BI dan TNI AL guna memastikan masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) memperoleh akses terhadap uang rupiah yang layak edar.

“Melalui sinergi bersama TNI AL, kami menjaga kedaulatan rupiah sekaligus memastikan masyarakat di wilayah 3T memperoleh akses terhadap uang layak edar,” ujar Rony.

Ia menjelaskan, pelaksanaan ERB di Kepulauan Riau merupakan ekspedisi ke-10 dari total 19 kegiatan yang dijadwalkan Bank Indonesia sepanjang 2026.

Selain mendistribusikan uang layak edar senilai Rp 14 miliar, tim ekspedisi juga akan menggelar edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah serta melaksanakan berbagai kegiatan sosial bagi masyarakat di pulau-pulau perbatasan.

Wakil Komandan Kodal IV Batam, Laksamana Pertama TNI Ketut Budiantara, menegaskan bahwa rupiah bukan sekadar alat pembayaran, tetapi juga simbol identitas bangsa dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Beredarnya rupiah di pulau-pulau terluar merupakan bukti nyata kehadiran negara,” kata Ketut.

Dalam misi tersebut, KRI Beladau 643 akan menempuh perjalanan sejauh 1.135 nautical mile dengan rute Batam–Tarempa–Midai–Subi Besar–Tambelan–Singkep–Batam.

Menurut Ketut, panjangnya jalur pelayaran mencerminkan tantangan distribusi layanan negara di wilayah kepulauan. Oleh karena itu, seluruh personel TNI AL dan tim Bank Indonesia diminta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab agar ekspedisi dapat berlangsung aman, lancar, dan seluruh personel kembali dengan selamat.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau turut memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan ERB 2026. Dengan kondisi geografis Kepri yang sekitar 96 persen terdiri atas wilayah laut menjadi tantangan dalam pemerataan layanan ekonomi.

“Kepri berada di garis depan kedaulatan NKRI. Karena itu, masyarakat di pulau-pulau terluar harus tetap mendapatkan akses terhadap uang rupiah yang layak edar,” ujar Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Andri Rizal mewakili Gubenur Kepri.

Menurut Andri kolaborasi antara Bank Indonesia dan TNI AL menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat kedaulatan Indonesia hingga wilayah perbatasan.

By Dika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *