MeutiaraNews.co – Jagat media sosial baru-baru ini digegerkan oleh sebuah video promosi dari Luxor Spa Batam. Alih-alih menawarkan kebugaran, video yang diunggah melalui akun Instagram resmi @luxorspabatam itu justru secara blak-blakan memamerkan deretan perempuan berpakaian minim.
Konten yang dinilai menabrak norma kesusilaan ini tak pelak memicu reaksi keras publik, hingga memancing turun tangannya aparat kepolisian dan Pemerintah Kota Batam.
Tak butuh waktu lama bagi penegak hukum untuk merespons keresahan warga. Wakasat Reskrim Polresta Barelang sekaligus Pelaksana Harian (Plh) Kasat Reskrim, AKP Ade Putra, menegaskan pihaknya langsung bergerak cepat menyisir dugaan pelanggaran hukum di balik promosi sensual tersebut.
“Kami melakukan cross check dan berkoordinasi intensif dengan Polsek Batam Kota untuk memastikan fakta di lapangan,” tegas Ade Putra kepada Wartawan, Senin (3/8/2026).
Penyelidikan ini difokuskan untuk menguliti ada tidaknya unsur pidana atau pelanggaran hukum yang sengaja dimainkan oleh pengelola.
Sebelum akhirnya buru-buru dihapus usai dihujani kecaman netizen, video tersebut kadung menyebar luas di berbagai platform. Fakta operasional spa ini pun tak kalah mencengangkan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, Luxor Spa beroperasi mulai pukul 21.00-00.00 Wib yang memiliki 18 kamar dan mempekerjakan lebih dari 20 wanita yang didominasi umur 20 tahun_an. Tarif paket layanan yang ditawarkan pun dipatok cukup fantastis, berkisar antara Rp1,3 juta hingga Rp1,7 juta dengan full paket.
Langkah tegas tak hanya datang dari kepolisian. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Batam turut mengambil tindakan cepat. Kepala Disparbud, Ardi Winata, langsung memanggil manajemen Luxor Spa untuk dimintai pertanggungjawaban atas strategi marketing yang kebablasan tersebut.
“Mereka sudah mengakui bahwa video itu benar diunggah melalui akun resmi mereka. Mereka mengakui kekeliruan dan saat ini postingan tersebut telah dihapus. Sebagai langkah awal, kami berikan peringatan keras sekaligus pembinaan,” ujar Ardi.
Tersudut oleh teguran institusi dan sanksi sosial, pihak Luxor Spa & Massage Batam akhirnya buka suara. Melalui Manajernya, Alvi, pihak spa mengakui kecerobohan timnya dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat atas kelalaian promosi yang memicu polemik tersebut.
Kendati kata maaf telah terucap dan konten telah lenyap, proses hukum tampaknya belum tutup buku. Polresta Barelang memastikan pendalaman kasus ini masih terus bergulir. Sementara itu, Disparbud mengultimatum seluruh pelaku usaha pariwisata di Batam agar tidak lagi menjual “sensasi murahan” yang melanggar norma dan aturan hukum demi meraup pundi-pundi keuntungan.

