MeutiaraNews.co – Linimasa media sosial tengah dihebohkan dengan insiden jatuhnya helikopter Airbus H130 registrasi PK-CFX di wilayah Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar), pada Kamis, 16 April 2026.

‎Sebelumnya diketahui, helikopter itu lepas landas dari helipad PT CMA di Desa Nanga Keruap, Manukung, Kabupaten Melawi pada hari yang sama, pukul 07.34 WIB.

‎Terlihat dalam unggahan Instagram @kalbarkeras.id, pada Jumat, 17 April 2026, dilaporkan helikopter tersebut ditemukan pada kawasan perbukitan di Kecamatan Nanga Taman, Sekadau.

‎”Helikopter hilang kontak ditemukan jatuh di Sekadau-Kalbar, evakuasi terkendala lokasi ekstrem,” tulis postingan tersebut.

‎Kini, seluruh penumpang Helikopter PK-CFX yang mengangkut 8 orang termasuk pilot, dilaporkan telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada lokasi perbukitan Sanggau, pada Jumat, 17 April 2026.

‎Lantas, bagaimana informasi terkini ihwal proses evakuasi para korban kecelakaan helikopter di perbukitan Sanggau, Kalbar? Berikut ini ulasannya.

‎8 Orang Dilaporkan Tewas

‎Setelah proses pencarian intensif, seluruh kru dan penumpang yang berjumlah 8 orang dilaporkan meninggal dunia.

‎Dalam prosesnya, Tim SAR Gabungan berjibaku pada medan yang dinilai sulit dan menantang di lokasi kejadian sejak Kamis, 16 April 2026.

‎Secara terpisah, Kepala Kantor SAR Kelas A Pontianak, I Made Junetra menuturkan, lokasi jatuhnya helikopter yang berada di area perbukitan membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan ekstra hati-hati.

‎Junetra menyebut, proses pengangkatan korban dari puing-puing helikopter berlangsung hingga malam hari.

‎”Proses evakuasi dimulai dengan pengangkatan korban dari puing-puing helikopter yang berhasil diselesaikan pada pukul 22.00 WIB,” kata Junetra dalam keterangannya, pada Jumat, 17 April 2026.

‎”Selanjutnya, tim melaksanakan penurunan korban dari lokasi puncak bukit menuju Posko Lapangan SAR Gabungan,” tambahnya.

‎Korban Dibawa ke RS Bhayangkara

‎Junetra menjelaskan, setelah berhasil dievakuasi dari titik jatuhnya helikopter, proses berikutnya adalah menurunkan seluruh jenazah menuju posko lapangan.

‎Kepala SAR Kelas A Pontianak itu menuturkan, tahapan ini baru rampung pada Jumat, 17 April 2026, sekitar pukul 05.00 WIB.

‎Tak lama berselang, tepat pukul 05.52 WIB, seluruh korban dimasukkan ke dalam ambulans.

‎Di samping itu, 8 unit ambulans telah disiapkan untuk mempercepat proses evakuasi menuju fasilitas kesehatan.

‎Sebelum sampai ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Pontianak, jenazah korban terlebih dahulu disemayamkan di Markas Yonif 642/Kapuas Sanggau pada pukul 06.05 WIB sebagai titik transit.

‎”Estimasi waktu tempuh perjalanan darat sekitar 3 jam 30 menit, dengan perkiraan tiba pukul 08.30 WIB,” tandas Junetra.

‎Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan resmi dari otoritas terkait ihwal penyebab jatuhnya Helikopter PK-CFX di kawasan perbukitan Sanggau, Kalbar.***

#Menuju Perusahaan Pers yang Sehat dan Profesional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *