MeutiaraNews.co – Sebagian publik di media sosial tengah ramai menyoroti kontroversi antara orang tua (ortu) siswa dengan admin Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tambahrejo di Pringsewu, Lampung.

‎Sebelumnya diketahui, ortu siswa tersebut sempat mengirimkan foto berisi dugaan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa ayam yang dinilai sudah tak layak konsumsi.

‎Hal itu diutarakannya melalui pesan langsung atau direct message (DM) ke akun resmi SPPG Tambahrejo, pada Selasa, 14 April 2026.

‎”Alhamdulillah, belajar bijak cerdas dan bijaksana, dicek dulu sekarang. And hell yeah, i found it (Ya ampun, aku menemukannya),” ungkap sang ortu siswa.

‎Kendati demikian, admin SPPG yang menanggapi keluhan tersebut justru dinilai menganggap remeh dengan menertawakan keluhan sang ortu siswa penerima MBG.

‎”Calon MPR RI ini sudah sok Inggris sekarang, selamat ya sudah menjadi bahan ketawanya admin,” begitu tanggapan admin SPPG Tambahrejo.

‎Kini, setelah kontroversi ini ramai disorot sebagian publik di media sosial, pihak SPPG akhirnya memberikan klarifikasi kepada pihak orang tua siswa.

‎Terlebih, terkait menu MBG yang diduga sudah tak layak konsumsi hingga respon negatif dari admin SPPG yang bersangkutan.

‎Saling Utarakan Uneg-uneg

‎Terlihat dalam unggahan Instagram @pringsewupedia, pada Jumat, 17 April 2026, ortu siswa penerima MBG di Lampung itu dilaporkan telah menyampaikan keluhannya secara langsung kepada pihak SPPG.

‎Sebelumnya dalam chat yang beredar, ortu siswa tersebut menyampaikan keluhan terkait menu ayam yang dibagikan kepada anaknya.

‎Kala itu, ia menilai kondisi ayam tersebut kurang layak dikonsumsi karena masih terlihat berbulu dan tidak matang sempurna.

‎Kendati demikian, kini ortu siswa di Pringsewu, Lampung itu memastikan permasalahan tersebut kini telah diselesaikan secara baik-baik.

‎”Kedua belah pihak sudah saling menyampaikan uneg-uneg dan berakhir dengan saling memaafkan,” tulis postingan tersebut.

‎SPPG Minta Maaf ke Ortu Siswa

‎Pada momen yang sama, tampak kedua pihak saling berpelukan dalam proses mediasi tersebut.

‎Pihak SPPG bersama tim distribusi juga datang langsung menemui ortu siswa, untuk meminta maaf atas menu ayam yang dinilai kurang layak.

‎”Mereka menyampaikan bahwa hal tersebut di luar kendali dan bisa terjadi dalam proses memasak, namun tetap menjadi bahan evaluasi ke depannya,” terang postingan serupa.

‎Di sisi lain, orang tua siswa tersebut juga mengakui bahwa sebagai seorang ibu sempat merasa emosi karena anaknya tidak jadi makan saat insiden terjadi.

‎”Ia pun menyadari mungkin ada penyampaian yang kurang tepat hingga menyinggung pihak lain,” tambahnya.

‎Kedua pihak juga berharap ke depan dapat lebih bijak, terlebih dalam menyampaikan kritik maupun dalam menanggapi masukan ihwal pelaksanaan program MBG di Pringsewu, Lampung tersebut.***

#Menuju Perusahaan Pers yang Sehat dan Profesional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *