MeutiaraNews.co – Artis sekaligus YouTuber, Andovi da Lopez menyoroti dugaan kasus pelecehan yang melibatkan 16 mahasiswa di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) hingga viral di media sosial.

‎Terlihat dalam unggahan Instagram pribadinya, @andovidalopez pada Kamis, 16 April 2026, YouTuber kenamaan itu mengutarakan kritik keras usai viralnya kasus tersebut.

‎Terlebih, Andovi mengaku dirinya sebagai alumni FH UI yang tergerak untuk memantau kasus pelecehan ini.

‎”Sebagai alumni FH UI angkatan 2012 dan sebagai orang yang mempunyai tunangan yang mengajar di UI,” tegasnya.

‎Pernyataan sederhana lantas diutarakan sang artis kepada pihak kampus, terlebih setelah adanya laporan 20 mahasiswi dan 7 dosen perempuan atas dugaan pelecehan itu.

‎”Apakah FH UI dan Universitas Indonesia akan berani menjatuhkan keputusan dan sanksi?” ujar Andovi.

‎Lantas, apa sebenarnya yang melatari pertanyaan dari Andovi tersebut? Begini katanya.

‎Salut ke Mahasiswa Forum FH UI

‎Bagi yang belum tahu, kasus ini menjadi sorotan di media sosial usai viralnya dugaan narasi bernuansa pelecehan terhadap wanita dalam sebuah percakapan atau chat grup berisi oknum mahasiswa FH UI.

‎Kasus kian mencolok usai sejumlah terduga pelaku diduga memegang jabatan strategis, seperti pimpinan organisasi kemahasiswaan, ketua angkatan, hingga calon panitia orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek).

‎Hingga 16 April 2026, kasus ini masih dalam tahap investigasi internal Fakultas Hukum UI.

‎Kembali soal penuturan Andovi, ia kini mengapresiasi para mahasiswa aktif yang menggunakan fasilitas kampus sebagai lokasi forum untuk mengusut kasus pelecehan tersebut.

‎Andovi juga menyoroti keberanian para audiens yang meminta terduga pelaku bertanggung jawab atas dugaan pelecehan tersebut.

‎”Saya mau apresiasi kepada semua mahasiswa mahasiswi FH UI lainnya yang secara sangat cepat langsung memakai (auditorium) FH untuk melakukan sebuah forum,” kata Andovi.

‎”(Hal itu) untuk menanyakan pertanggungjawaban terhadap 16 orang (terduga pelaku) itu,” imbuhnya.

‎Desak Kampus Usut Tuntas

‎Dalam penuturannya, Andovi turut menyebut kasus ini sebagai pembuktian bagi pihak Kampus UI. 

‎Adik dari Jovial da Lopez itu menilai, kemampuan FH UI dalam menangani persoalan ini akan menjadi cerminan terhadap kondisi penegakan hukum di Indonesia.

‎Sebagai institusi pendidikan hukum, fakultas tersebut juga dinilai tetap memiliki tanggung jawab moral dalam menyikapi dan merespons kasus ini secara serius.

‎”Maksudnya apa? Kalau fakultas hukum terbaik di Indonesia tidak bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik, ini menjadi suatu representasi dan gambaran terhadap negara ini,” kritik Andovi.

‎”Semua mata tertuju ke FH UI. Intinya, ketika fakultas hukum terbaik di Indonesia tidak bisa menyelesaikan permasalahan ini, masalah besar ada di tangan kita, dan negara ini,” tegasnya.

‎Berkaca dari hal itu, sebelumnya, beredar pula narasi pembelaan terhadap terduga pelaku mahasiswa yang merupakan orang tua dengan jabatan penting di Indonesia.

‎Orang Penting di Balik Pembelaan Ortu

‎Tak hanya soal pengungkapan kasus pelecehan, Andovi juga membeberkan dugaan adanya sejumlah oknum orang tua terduga pelaku mahasiswa sebagai pemangku jabatan penting di RI.

‎”Dan, satu lagi, gua dengar banyak dari mereka, orang tuanya (punya jabatan) penting-penting. Dari keluarga penting,” ungkap Andovi.

‎Perihal itu, Andovi meminta pihak kampus agar tetap teguh memberikan sanksi terhadap para pelaku meski adanya dugaan tekanan dari pihak ortu terduga pelaku.

‎”Mari kita lihat kalau FH UI atau Universitas Indonesia memiliki kekuatan untuk melakukan hal yang benar,” terang Andovi.

‎”Meskipun pasti ada tekanan dari orang tua dan keluarga-keluarga ini yang penting,” tandasnya.***

#Menuju Perusahaan Pers yang Sehat dan Profesional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *