MeutiaraNews.co – Linimasa media sosial tengah dihebohkan dengan beredarnya video seorang siswa SMP meninggal dunia yang diduga terjadi saat melakukan ujian praktik sains di Kabupaten Siak, Riau.
Sebelumnya diketahui, seorang siswa kelas IX di sekolah tersebut berinisial MA (15) meninggal dunia usai ledakan pada senapan rakitan berbasis desain 3D yang digunakannya dalam ujian praktik sains.
Peristiwa tragis ini terjadi di area SMP Islamic Center Kabupaten Siak, Riau, pada Rabu, 8 April 2026 sekitar pukul 10.30 WIB.
Dalam video yang beredar, terlihat detik-detik korban menembakkan senapan tersebut lalu terjadi ledakan hingga sempat mengenai tubuhnya.
“Detik-detik siswa SMP tewas imbas ledakan senapan rakitan saat ujian praktik sains,” demikian tertulis dalam postingan Instagram @unikinshit, pada Minggu, 12 April 2026.
Kini, pihak kepolisian tengah menyelidiki kasus tersebut, terkhusus terkait penyebab ledakan pada senapan rakitan 3D tersebut.
Lantas, bagaimana sebenarnya insiden yang dialami siswa SMP di Riau ini bermula? Berikut ini kronologinya.
Bermula dari Ujian Praktik SainsBerdasarkan laporan di lapangan, insiden itu diduga terjadi saat ujian praktik mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang digelar di area lapangan sekolah.
Dalam ujian tersebut, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mempresentasikan proyek sains yang telah mereka buat.
“Saat giliran kelompoknya, MA meminta teman-temannya menjauh dari lokasi,” tulis postingan serupa.
Ledakan pada Senapan RakitanSaat insiden, korban tampak bersiap memperagakan alat berupa senapan rakitan yang dibuatnya sendiri.
Kendati demikian, ketika pemicu ditekan, alat tersebut justru mengeluarkan asap sebelum akhirnya meledak.
Ledakan keras itu menyebabkan pecahan material berhamburan ke berbagai arah, mengenai area sekitar termasuk bangunan sekolah dan tubuh korban.
Dilaporkan, MA sempat mengalami luka serius di bagian wajah akibat serpihan senapan.
Korban Sempat Dilarikan ke RSUsai peristiwa tersebut, korban diketahui sempat dilarikan ke RSUD Siak untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, nyawanya dilaporkan tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia, pada Rabu, 8 April 2026.
Secara terpisah, Kepala Satreskrim Polres Siak, AKP Raja Kosmos Parmulais membenarkan adanya peristiwa tragis tersebut.
Polisi juga telah menerima laporan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti.
Rakitan Berisi Bubuk Hitam-PlastikDari hasil temuan awal, polisi menyebut senapan rakitan itu terdiri dari beberapa komponen seperti plastik, potongan besi, serta bubuk hitam yang belum diketahui jenisnya.
Raja menyebut, dugaan sementara bahan tersebut menjadi salah satu pemicu ledakan, namun kepastian masih menunggu hasil uji laboratorium forensik.
“Sampel sudah kami kirim ke Labfor Polda Riau,” ujarnya sebagaimana dikutip dalam keterangannya, pada Minggu, 12 April 2026.
“Kami minta masyarakat tidak berspekulasi sebelum hasil pemeriksaan keluar,” tambahnya.
Hingga berita ini terbit, polisi tengah mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut.
Hal itu termasuk dari sisi pengawasan dan prosedur keamanan selama kegiatan ujian praktik berlangsung di sekolah terkait.
Di sisi lain, sejumlah saksi telah diperiksa untuk mengungkap penyebab pasti insiden yang menelan korban siswa SMP di Kabupaten Siak, Riau tersebut.***
#Menuju Perusahaan Pers yang Sehat dan Profesional

