MeutiaraNews.co – Sebagian publik di media sosial tengah ramai menyoroti dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami sebanyak 75 siswa dan guru di SD Pancasila 45, Surabaya, Jawa Timur.

‎Dalam unggahan Instagram @infoduduksampeyan, pada Selasa, 12 Mei 2026, kasus dugaan keracunan massal ini bermula dari adanya laporan olahan krengsengan daging slice dalam menu MBG yang didistribusikan di SD Pancasila 45.

‎”MBG yang dikonsumsi murid dan guru SD Pancasila 45 Surabaya sebelum mengalami keracunan berisi nasi, daging sapi, tahu goreng, sayur wortel dan sawi, serta buah jeruk,” tulis postingan tersebut.

‎”Di SD Pancasila 45 Surabaya, menu tersebut dimakan oleh murid kelas 1, 2, 3, 4, 6 dan sejumlah guru. Sedangkan untuk kelas 5 belum makan karena bertepatan dengan jam siang,” tambahnya.

‎Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tembok Dukuh, Bubutan, Surabaya, menjadi pihak yang dinilai bertanggung jawab dalam kasus ini.

‎Atas insiden itu, Kepala SPPG Tembok Dukuh, Chafi Alida Najla akhirnya angkat bicara setelah adanya laporan sebanyak ratusan siswa yang terdampak dalam distribusi MBG oleh pihaknya.

‎Laporan 200 Siswa Terdampak

‎Secara terpisah, Chafi Alida Najla selaku Kepala SPPG Tembok Dukuh mengutarakan permohonan maaf dari pihaknya atas adanya keluhan keracunan 200 siswa di wilayah distribusinya.

‎Alida memastikan, pihaknya akan bertanggung jawab penuh terhadap korban terdampak dengan menanggung biaya pengobatan.

‎Hal tersebut, termasuk melakukan evaluasi internal di SPPG, sambil menyerahkan pendalaman penyebab keracunan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya yang sedang mengecek sampel MBG.

‎”Mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang terdampak, kepada siswa dan juga guru yang kena keracunan karena makanan kami,” kata Alida dalam pernyataannya di Surabaya, pada Senin, 11 Mei 2026.

‎”Dari kami akan bertanggungjawab penuh terhadap pengobatan dan juga segala observasi yang dilakukan di lapangan seperti itu,” jelasnya.

‎Tarik Kembali Distribusi ke 13 Sekolah

‎Atas insiden itu, Alida mengungkapkan pihaknya telah menarik semua distribusi makanan di 13 sekolah yang masuk wilayahnya.

‎Di sisi lain, SPPG Tembok Dukuh juga dipastikan akan berhenti beroperasi sementara.

‎”Kami berhenti operasional, kami evaluasi dulu sampai semua benar-benar baik baru kita lihat kelanjutannya seperti apa,” terang Alida.

‎”Kami menunggu hasil, menunggu hasil sampel,” tambahnya.

‎Terkait legalitas SPPG, Alida memastikan Dapur MBG pihaknya telah mengantongi sertifikasi dari Badan Gizi Nasional (BGN) sejak mulai beroperasi pada 2 Februari 2026.

‎”Lengkap semua. Memang ini kejadian di luar kontrol kami,” tandasnya.***

#Menuju Perusahaan Pers yang Sehat dan Profesional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *