MeutiaraNews.co – Sebagian publik di media sosial tengah ramai menyoroti insiden dalam penertiban pedagang kaki lima (PKL) oleh oknum aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Jakarta Timur (Jaktim).
Sebelumnya diketahui, peristiwa tersebut terjadi di sepanjang Jalan Raya Bogor, Ciracas, Jaktim pada Kamis, 9 April 2026 siang.
Penertiban berujung ricuh setelah seorang pedagang buah diduga melakukan aksi nekat dengan mengangkat anak balitanya ke truk Satpol PP demi mempertahankan lapak dagangannya.
Kini, insiden itu menuai kecaman organisasi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Palangkaraya hingga meminta evaluasi menyeluruh para oknum Satpol PP.
“Kami mengecam keras tindakan arogansi yang dilakukan oleh oknum Satpol PP dalam menjalankan tugasnya di tengah masyarakat,” tulis GMKI sebagaimana dikutip dari postingan Instagram resminya, @gmki.palangkaraya, pada Minggu, 12 April 2026.
Lantas bagaimana sebenarnya kejadian ini bermula hingga menuai protes keras di media sosial? Begini kronologinya.
Dugaan Tindakan Semena-mana Dalam penuturannya, GMKI menduga adanya tindakan represif, intimidatif, dan tidak manusiawi yang dilakukan oleh oknum Satpol PP di Jaktim.
”(Hal itu) merupakan bentuk penyimpangan dari prinsip penegakan ketertiban yang seharusnya mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis,” terangnya.
GMKI mengingatkan, Satpol PP sebagai aparat penegak Peraturan Daerah bukanlah alat kekuasaan yang dapat bertindak semena-mena.
”Setiap tindakan yang melanggar nilai kemanusiaan dan hak asasi manusia adalah bentuk kegagalan dalam memahami fungsi pelayanan publik,” tegasnya.
“Kami menuntut evaluasi menyeluruh terhadap oknum Satpol PP yang terlibat,” sambung GMKI.
Penertiban yang Berujung Ricuh Berdasarkan laporan di lapangan, peristiwa tersebut terjadi saat oknum aparat Satpol PP di Jaktim melakukan penertiban rutin terhadap sejumlah lapak yang dinilai melanggar aturan ketertiban umum.
Dalam video yang beredar, ketegangan mulai meningkat ketika petugas berupaya mengangkut barang dagangan milik salah satu pedagang buah yang menolak ditertibkan.
Diduga kesal karena lapaknya disita, pedagang tersebut secara spontan mengangkat anak balitanya dan meletakkannya di atas truk milik Satpol PP yang digunakan untuk mengangkut lapak-lapak pedagang.
Tindakan tersebut dilakukan sebagai bentuk protes keras terhadap petugas, seolah menantang agar anaknya turut dibawa jika lapak dagangannya tetap disita.
Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan resmi dari pihak Satpol PP terkait usai viralnya insiden tersebut.***
#Menuju Perusahaan Pers yang Sehat dan Profesional

