Viral curhatan warga Jakbar yang tetangganya selalu bernyanyi hingga dini hari. (Threads/audreyaprilia)

MeutiaraNews.co – Beredar di media sosial curhatan viral seorang ibu yang merasa terganggu karena aktivitas dari tetangganya di daerah Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
‎
‎Melalui unggahannya di akun Threads @audreyaprilia, ia membagikan video saat para tetangganya asyik bernyanyi di rumah yang terletak di seberang rumahnya.
‎
‎Dalam video tersebut, tampak sejumlah orang berkumpul dan bernyanyi dengan tambahan speaker yang membuat suara makin kencang.
‎
‎“Tolong pencerahannya kalau punya tetangga NTT kayak gini dari 10 pagi sampai 2 subuh harus diapain ya?” tulisnya dalam keterangan video, dikutip pada Selasa, 14 April 2026.
‎
‎Sudah Pernah Melapor ke Perangkat Desa
‎
‎Salah satu cara yang ditempuhnya untuk menghentikan aktivitas tetangganya itu adalah dengan melapor ke perangkat desa.
‎
‎Sayangnya, menurut keterangan pemilik akun, ia mengungkapkan laporannya ke RT pun tidak digubris.
‎
‎“Udah lapor RT, RT-nya nggak berguna, nggak peduli juga soalnya. Lapor RW udah nggak efek juga,” ungkapnya.
‎
‎Menilik kolom reply, ia menjelaskan bahwa berulang kali sudah melaporkan ke RT tapi tidak ada tanggapan.
‎
‎“RT nggak pernah respons, ditelepon, di chat WA nggak ada respons. RW pun sama aja,” sambungnya.
‎
‎Aktivitas Bernyanyi hingga Tengah Malam
‎
‎Lebih lanjut, ia juga mengeluhkan bahwa para tetangganya itu suka bernyanyi hingga tengah malam dan mengganggu waktu tidur.
‎
‎“Sering banget, bukan cuma sekali atau dua kali, kalau udah di atas jam 10 malam mereka lebih gila lagi sampai teriak-teriak. Makin malam, makin menggila soalnya mereka mabuk-mabukan,” lanjutnya.
‎
‎Aktivitas dari tetangganya itu makin membuatnya tidak nyaman karena ia memiliki anak-anak yang masih kecil, sehingga mengalami kesulitan saat akan tidur karena suara bising.
‎
‎“Aku ada bayi dan toddler sampai nggak bisa tidur. Enggak tau harus lapor mana lagi,” imbuhnya.
‎
‎Beragam Saran dari Warganet
‎
‎Unggahan viral itu mendapat balasan reply hingga lebih dari 2.800 dari warganet yang banyak memberikan saran cara menegur.
‎
‎Beberapa di antaranya menyuruh untuk melaporkan langsung ke Kelurahan atau memanggil pihak berwajib.
‎
‎“Datang ke kelurahan kalau RT/RW nggak gubris, nanti ketemu Kasi Pemtrantibum dan Lurahnya, kasih bukti terus nanti biar Lurh, Babinsa, sama Kamtibmas yang dateng,” tulis akun @u.m****y
‎
‎“Lapor Polisi kak, saya pernah kayak gitu tahun lalu dan akhirnya mereka diusir sama RT,” tulis akun @pen******s
‎
‎“Aku pernah beli alat pemutus sinyal bluetooth yang bisa jangkau sampai radius 40 meter. Jadi, tiap speaker bluetooth dinyalain bakal kresek-kresek terus mati, akhirnya mereka kapok nggak pernah dangdutan lagi,” tulis akun @hev****o
‎
‎“Lapor Damkar aja sekalian biar disemprot air,” tulis akun @ddi*****n
‎***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *