MeutiaraNews.com – Beredar tangkapan layar berisi grup percakapan daring atau chat yang diduga berisi tanggapan para orang tua mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) usai anaknya terjerat skandal pelecehan seksual.
Hal itu mencuat ke permukaan, setelah pengungkapan 16 mahasiswa FH UI dalam kasus dugaan pelecehan pada sidang internal kampus, pada Selasa, 14 April 2026.
Dalam unggahan Instagram @creativox, pada Rabu, 15 April 2026, dilaporkan, kasus pelecehan seksual yang menyeret 16 mahasiswa FH UI itu kembali menjadi sorotan publik setelah muncul pembahasan soal keterlibatan orang tua para terduga pelaku.
Pada narasi yang beredar, disebutkan adanya isi percakapan grup chat orang tua yang dinilai ikut membela, melindungi, hingga berupaya menahan proses penanganan kasus terhadap anak mereka.
”Sorotan ini memicu diskusi luas mengenai peran orang tua dalam mendidik anak untuk bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan,” tulis postingan tersebut.
”Dukungan keluarga seharusnya tidak menutup ruang keadilan, melainkan mendorong penyelesaian yang jujur, berpihak pada korban, dan memberi efek pembelajaran agar kasus serupa tidak terulang,” tambahnya.
Lantas, bagaimana dugaan isi percakapan ortu mahasiswa FH UI yang beredar di tengah ramainya skandal pelecehan di lingkungan kampus tersebut? Berikut ini ulasannya.
Dinilai Cenderung Menyalahkan Pihak Kampus
Sebagian publik menilai, tangkapan layar percakapan yang diduga berasal dari grup orang tua mahasiswa FH UI itu dinilai cenderung membela para terduga pelaku.
Terlebih, sejumlah pernyataan dalam chat menunjukkan kecenderungan menyalahkan pihak yang pertama kali mengungkap kasus ini ke publik.
Dalam tangkapan layar yang beredar, sejumlah anggota grup terlihat menyesalkan penyebaran kasus ke ranah publik.
Mereka menilai tindakan tersebut tidak bijak dan berdampak luas terhadap nama baik mahasiswa serta keluarga.
”Andai saja si penyebar lebih bijak, tidak langsung menyebarkan seperti ini,” tulis salah satu anggota grup.
Pernyataan lain bahkan menyebut bahwa penyebaran informasi telah membuat kasus menjadi tidak terkendali.
”Kalau sudah tersebar seperti ini, jadinya bola liar. Semua pihak bisa kena imbasnya,” begitu tertulis dalam pesan lainnya.
Minta Agar Tidak Ada Sanksi DO
Di sisi lain, hal yang juga menjadi perhatian publik adalah munculnya permintaan agar para mahasiswa yang terlibat tidak dijatuhi sanksi berat, khususnya Drop Out (DO).
Dalam percakapan tersebut, beberapa orang tua berharap agar kampus dapat mempertimbangkan masa depan anaknya yang kini menjadi mahasiswa.
”Mohon kebijaksanaan pihak kampus, jangan sampai anak-anak ini di-DO. Kasihan masa depan mereka,” demikian tertulis dalam salah satu pesan.
Terdapat pula yang menilai sanksi berat seperti DO terhadap para terduga pelaku, bukanlah solusi terbaik.
”Kalau bisa jangan sampai DO, cukup pembinaan saja. Mereka masih muda dan bisa diperbaiki,” jelas anggota grup lainnya.
”Namanya juga anak muda, kadang khilaf. Jangan langsung dihukum berat,” tulis pesan lainnya.
Hingga berita ini terbit, belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait ihwal beredarnya chat grup orang tua mahasiswa FH UI usai anaknya terjerat skandal pelecehan tersebut.***
#Menuju Perusahaan Pers yang Sehat dan Profesional

